BJB NOVEMBER 2025

2026 Kota Tangerang Berkualitas

2026 Kota Tangerang Berkualitas

MEMBERIKAN SAMBUTAN: Wali Kota Tangerang, Sachrudin saat memberikan sambutan dalam acara Safari Pembangunan di GOR Nambo Jaya, Kecamatan Periuk, Selasa, (3/1).(Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres)--

TANGERANGEKSPRES.ID, KOTA TANGERANG — Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) KOTA TANGERANG ke-33 yang jatuh pada 28 Februari mendatang, Pemkot Tangerang  mencanangkan sebagai Tahun Berkualitas bagi KOTA TANGERANG. Tidak hanya pada hasil pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas pelayanan publik dan Sumber Daya Manusia (SDM).

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, mengajak seluruh elemen masyarakat dan aparatur pemerintah untuk menjadikan momentum ini sebagai pijakan menuju pelayanan yang lebih prima.  Hal itu disampaikan dalam sambutan acara Safari Pembangunan yang berlangsung di GOR Nambo Jaya, Kecamatan Periuk, Selasa, (3/2).  Sachrudin menegaskan,  bahwa tema HUT tahun ini adalah ”Bersama Melayani Tiada Henti”.  ”Perayaan HUT kota tahun ini kita laksanakan dengan penuh kemeriahan namun tetap sederhana dan memiliki makna yang mendalam. Terlebih bersamaan  menghadapi bulan suci Ramadan,” kata Sachrudin.

”Semuanya harus berkualitas. Pelayanannya, sarana-prasarana, hingga SDM-nya. Kami terus berupaya meningkatkan kapasitas bukan hanya di internal pegawai pemerintah, tapi juga di semua lapisan masyarakat, mulai dari organisasi kepemudaan, sosial politik, hingga organisasi keagamaan,” papar Sachrudin.

Dia menekankan pentingnya sinergi dan gotong royong untuk membawa Kota Tangerang ke arah yang lebih baik. Dalam kesempatan tersebut, Sachrudin juga berbagi arahan yang didapatnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bersama Presiden Prabowo Subianto belum lama ini. Ia mengutip pesan Presiden mengenai pentingnya bekerja dengan hati yang tulus meski menghadapi berbagai tantangan.

Salah satu poin krusial yang disorot adalah masalah kebersihan dan pengelolaan sampah.  Sachrudin menginstruksikan dinas terkait untuk memastikan tidak ada lagi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) liar, terutama di jalan-jalan protokol. ”Mana bisa wisatawan datang ke kota kita kalau lingkungannya kotor? Sejak dilantik, saya sudah instruksikan angkutan sampah harus baik. Penanganan sampah ini sama seperti banjir, harus dari hulu ke hilir, tidak bisa parsial,” tegasnya.

 Sachrudin juga mengajak masyarakat untuk melakukan daur ulang sampah sebagai peluang beramal. Ia mencontohkan praktik baik di sebuah masjid yang menerapkan program ”Jumat Sedekah Sampah”, di mana hasil pemilahan sampah digunakan untuk bantuan sosial dan modal UMKM.”Beramal itu tidak hanya dengan uang atau tenaga. Dengan memilah sampah pun kita bisa beramal. Pemilahan sampah dari rumah sangat efektif untuk mengatasi persoalan lingkungan sekaligus membantu sesama,” tambahnya.

Terkait masalah banjir yang kerap melanda beberapa wilayah di Kota Tangerang, seperti di Kecamatan Periuk, Sachrudin mengakui adanya kendala seperti minimnya tandon air, penyempitan drainase, hingga pendangkalan sungai. Namun, ia meminta masyarakat untuk tidak saling menyalahkan. Pemkot Tangerang tahun ini tengah melakukan upaya mengatasi permasalahan banjir seperti pembangunan tandon air dan penurapan pinggir sungai dan Kali.

”Ini masalah kita bersama. Salah satu penyebab banjir adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Sesuai dengan tagline kita, ’Tangerang Ayo’, bersama membangun kota. Tidak ada yang bisa bekerja sendirian, kita harus bersinergi menjaga fasilitas umum dan lingkungan,” pungkasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I bidang pemerintahan dan kesejahteraan, Mulyani menyampaikan capaian kinerja Pemkot Tangerang selama 2025. Kota Tangerang terus bertransformasi. Pemkot Tangerang membuktikan bahwa pembangunan bukan sekadar soal beton dan aspal, melainkan tentang meningkatkan kualitas hidup dari unit terkecil di tengah masyarakat.

Mulyani mengungkapkan, bahwa seluruh capaian pembangunan tahun 2025 merupakan hasil sinergi antara kebijakan pemerintah dan partisipasi aktif warga.”Kami ingin memastikan bahwa pembangunan itu hadir di depan pintu rumah warga. Bukan hanya gedung besar, tapi juga jamban yang sehat, atap yang tidak bocor, hingga perlindungan sosial bagi pekerja rentan. Inilah esensi Kota Tangerang sebagai ’rumah’ bagi kita semua,” ujar Mulyani.

Sepanjang 2025, wajah pemukiman warga mengalami perubahan signifikan. Melalui program bedah rumah, sebanyak 1.000 unit hunian yang dulunya tidak layak kini telah diperbaiki menjadi rumah yang nyaman. Selain itu, aspek sanitasi turut menjadi fokus dengan pembangunan jamban sehat bagi 308 keluarga.

Pemkot Tangerang juga menghadirkan 23 Graha Kita Bersama (GKB). Ruang publik ini menjadi oase di tengah padatnya pemukiman, GBK berfungsi sebagai tempat berkumpul warga sekaligus ruang bermain anak yang aman dan edukatif. Saat ini, mobilitas warga pun kian dipermudah dengan masifnya perbaikan jalan dan jembatan. Data mencatat terdapat tujuh pembangunan jalan baru dan 50 rekonstruksi jalan.” Ada  622 rehabilitasi jalan yang menjangkau gang-gang pemukiman.  5 jembatan baru serta 29 penggantian jembatan lama untuk menjamin keamanan perjalanan warga,” paparnya.

Tak hanya di darat, kesiapan kota menghadapi musim penghujan diperkuat secara teknis. Pembangunan lima embung, 56 tanggul, 13 pintu air, dan 25 polder menjadi garda terdepan dalam pengendalian banjir. Ditambah dengan penguatan 576 drainase lingkungan, aliran air kini jauh lebih lancar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Mulyani menekankan, bahwa Kota Tangerang di tahun 2025 sangat mengedepankan inklusivitas. ”Kita merangkul semua kelompok. Tidak boleh ada yang tertinggal dalam proses pembangunan ini,” tegasnya.

Mulyani menjabarkan,  Pemkot Tangerang juga memberikan perlindungan sosial sebanyak 22.800 pekerja rentan.kemudian bantuan pendidikan sebanyak 576 mahasiswa dan 195 penyandang disabilitas. Lalu, bantuan usaha bagi 184 penerima manfaat.”Selain itu juga timulan bagi ribuan penggerak lingkungan, mulai dari 5.191 RT, 1.025 RW, hingga ribuan Guru Ngaji, Marbot, dan Kader Posyandu,” papar Mulyani.

Sumber: