BI Dorong Kemajuan Perekonomian Banten
Kepala KPw BI Banten Ameriza M Moesa memaparkan sambutan saat nobar siaran langsung LPI 2025 di Ballroom Surosowan, Kantor KPw BI Banten, Rabu (28/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Ameriza M Musa terus mendorong penguatan kolaborasi dan sinergitas seluruh pihak yang ada di Banten.
Hal ini dilakukan untuk meningkatkan perekonomian Banten, sekaligus menyumbang pertumbuhan dan stabilitas perekonomian Nasional.
"Diharapkan untuk dapat terus menjaga semangat kolaborasi serta sinergitas diantara masing-masing pihak yang berkepentingan, untuk dapat semakin memajukan perekonomian Banten," katanya dalam keterangan, Kamis (29/1).
BI Banten juga mengundang para pemangku kebijakan untuk mengikuti nonton bareng (nobar) menyaksikan siaran langsung Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 oleh Gubernur Bank Bank Indonesia Indonesia Perry Warjiyo yang diselenggarakan di Jakarta secara hybrid, di Ballroom Surosowan, Kantor KPw BI Banten, Rabu (28/1).
Dalam kesempatan itu, Ameriza M Moesa memaparkan materi terkait perkembangan, tantangan serta prospek ekonomi nasional, perkembangan tantangan serta prospek ekonomi wilayah Banten, serta arah bauran kebijakan Bank Indonesia dalam menghadapi kondisi ekonomi ke depan.
Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan tiga hal penting, yaitu optimisme, komitmen, dan sinergi. Optimisme perlu terus dibangun dan diperkuat sehingga dapat memperkuat prospek perekonomian.
Pertumbuhan ekonomi 2025 diprakirakan tumbuh dalam kisaran 4,7-5,5 persen, dan akan meningkat menjadi 4,9-5,7 persen pada 2026, dan terus naik menjadi 5,1-5,9 persen pada 2027.
"Stabilitas harga tetap terjaga dengan inflasi terkendali pada kisaran 2,5±1% pada 2026 dan 2027," katanya.
Ia menuturkan, komitmen perlu diperkuat untuk memberikan yang terbaik bagi kemajuan ekonomi nasional. Bank Indonesia berkomitmen terus memperkuat bauran kebijakan yang diarahkan untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi dengan tetap menjaga stabilitas.
Sementara itu, sinergi juga perlu terus diperkuat untuk 5 area penting. Pertama memperkuat stabilitas perekonomian, kedua mendorong sektor riil melalui hilirisasi sumber daya alam (SDA) dan industrialisasi.
Ketiga memperkuat ekonomi kerakyatan, keempat meningkatkan pembiayaan perekonomian, terakhir mengakselerasi digitalisasi.
"Ke depan, Bank Indonesia akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi dengan Pemerintah dan otoritas terkait untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi dan berdaya tahan, dengan tetap waspada terhadap berbagai gejolak dan ketidakpastian serta dampak rambatannya ke perekonomian domestik," ungkapnya.
Sebagai bagian dari rangkaian Peluncuran LPI tahun 2025 ini, Bank Indonesia turut menyelenggarakan seminar dalam format diskusi panel dengan Narasumber yang terdiri dari Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Wakil Menteri Kementerian/Lembaga, serta serta Pelaku/Praktisi Ekonomi.
Peluncuran Laporan Perekonomian Indonesia menjadi rangkaian acara yang rutin diselenggarakan setiap awal tahun. Laporan ini merupakan bentuk transparansi kebijakan Bank Indonesia kepada publik sebagaimana dimaksud dalam pasal 58 ayat (7) dari UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah beberapa kali, terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan.
Sumber:

