KDMP di Desa Sampir Tutup, Delapan KDMP Tengah Dibangun
KDMP di Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang tidak beroperasi, belum lama ini. (SUTANTO/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Delapan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Serang tengah dibangun. Ke-8 KDMP itu antara lain KDMP di Desa Pamong, Kecamatan Ciruas dan KDMP di Desa Tanjungsari, Kecamatan Pabuaran.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang, Adang Rahmat saat ditemui Tangerang Ekspres di Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Serang, Selasa (20/1) pagi.
“Alhamdulillah sudah berjalan, kita support (dukung) terus,” katanya.
Menurut Adang, hingga saat ini, di Kabupaten Serang ada 55 KDMP yang sudah beroperasi. KDMP tersebut tersebar di 29 kecamatan di Kabupaten Serang.
Lima puluh lima KDPM tersebut, kata Adang, bekerjasama dengan Bulog Serang menjual sembako seperti minyak. Mereka sembari berjualan sembari merekrut anggota.
“Jadi yang beli itu dimasukkan jadi anggota,” ujarnya.
Kemudian sekarang juga ada 28 KDMP yang akan dibangun bangunannya, berupa gerai dan gudang, bekerjasama dengan PT Agrinas Palma Nusantara. Mereka didampingi Kodim setempat.
“Yang sedang dibangun ada delapan KDMP,” paparnya seraya mengatakan jika dipersentasi baru 14 persen KDMP di Kabupaten Serang.
Adang mengatakan bahwa terkait KDMP di Kabupaten Serang, saat ini sedang tahap inventarisasi lahan untuk bangunan KDMP apakah itu lahan milik desa, pemerintah pusat BUMD, BUMN, atau lahan lain yang tidak dipakai. Lahan itu akan digunakan seluas 1.000 meter persegi.
“Luas bangunan 600 meter persegi,” tuturnya.
Ditanya terkait KDMP yang berhenti beroperasi karena ada kebijakan yang mengharuskan KDMP beroperasi di bangunan milik pemerintah desa, Adang mengatakan tidak demikian. Bangunan KDMP boleh menggunakan bangunan semisal milik ketua KDMP atau tokoh masyarakat dengan menyewa.
“Bangunan apapun bagus (boleh digunakan), sambil menunggu apa yang dibangun, silakan beroperasi, kerjasama minta dikirim minyak, setelah laku, bayar, konsinyasi,” ungkapnya.
Disinggung soal keraguan pihak desa terkait KDMP, Adang berharap pemerintah desa yakin dalam membangun KDMP. Jika ada desa yang belum memiliki lahan, nanti ada aturan apakah harus sewa atau bagaimana. “Dari pusat itu yang penting kita, KDMP itu jangan ragu-ragu, suatu saat itu pasti akan terbangun,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Desa Sampir, Kecamatan Waringinkurung, Kabupaten Serang, Saefudin mengatakan bahwa KDPM di desanya sebelumnya telah beroperasi. Jual-beli sembako telah dilakukan. Gedung KDMP diperoleh dengan menyewa.
Sumber:

