Marak Pedagang Daring, Retribusi Pasar Tak Tercapai
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat saat diwawancarai wartawan beberapa hari lalu. (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Maraknya pedagang dalam jaringan (daring) membuat penerimaan retribusi pasar di Kabupaten Serang beberapa tahun terakhir ini tak tercapai. Oleh karena itu, Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskoumperindag) Kabupaten Serang kini melakukan beberapa upaya supaya penerimaan retribusi pasar tersebut bisa naik.
Kepala Diskoumperindag Kabupaten Serang Adang Rahmat mengatakan, penerimaan retribusi pasar masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, karena dalam beberapa tahun terakhir targetnya kerap tidak tercapai.
Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat penerimaan retribusi pasar tak tercapai, salah satunya maraknya pedagang online (daring). Warga banyak yang tidak perlu belanja langsung ke pasar.
"Makanya kita lagi berupaya nih supaya bisa naik lagi penerimaan retribusi pasar ini, semoga saja di tahun ini targetnya bisa tercapai," katanya, Selasa (3/3).
Adang mengatakan, akibat banyaknya yang berjualan secara daring membuat banyak pedagang yang di pasar memutuskan untuk tidak lagi berjualan, beralih juga ke daring.
Meski begitu untuk kunjungan pasar masih ada, namun tidak seramai dahulu yang bahkan sampai pernah membludak.
"Sekarang mah pengen serba mudah, makanya ini kendala yang dialami pasar tradisional, bahkan pedagangnya saja ada yang tidak berjualan dan ada juga yang memilih ikut berjualan online," ujarnya.
Dikatakan Adang, target retribusi pasar yang ada di Kabupaten Serang mencapai Rp1,4 miliar dan diupayakan akhir 2026 ini dapat tercapai.
Sehingga ia berharap para pedagang terus intensif untuk berjualan, agar kemudian pasar bisa kembali ramai dan retribusi bisa tercapai.
"Insya Allah bisa tercapai retribusi pasar di akhir tahun ini, meskipun tinggi targetnya, namun kita akan terus berupaya," ucapnya.
Sementara itu, Manteri Pasar pada Diskoumperindag Kabupaten Serang Mahyar Sonjaya mengatakan, untuk meningkatkan retribusi, pihaknya akan meningkatkan pelayanan di pasar dan memperbaiki sarana prasarananya.
Menurut dia, kondisi saat ini memang berat bagi pedagang di pasar tradisional, karena masyarakat ke pasar hanya datang untuk membeli kebutuhan primer. Kebanyakan yang datang ke pasar adalah pedagang sayur keliling atau yang punya warung di kampung.
"Kalau yang rumah tangga sih hampir berkurang datang ke pasar, namun kita berusaha untuk lebih meningkatkan lagi, mudah-mudahan sesuai harapan bisa tercapai retribusi pasar," katanya. (agm)
Sumber:

