BJB NOVEMBER 2025

Kemenimipas Sumbang Rp1,7 M untuk Korban Bencana

Kemenimipas Sumbang Rp1,7 M untuk Korban Bencana

Menteri Imig­rasi dan Pemasyarakatan (Imi­pas), Agus Andrianto bersama Wali Kota Tangerang, Sachrudin dan jajaran Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan secara simbolis akan membagikan bibit pohon kelapa Genjah Hibrida di Kampus Politeknik Pengayoman Ind-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Menteri Imig­rasi dan Pemasyarakatan (Imi­pas), Agus Andrianto meng­hadiri kegiatan bakti sosial da­lam rangkaian Hari Bakti Imigrasi di Kampus Politeknik Pengayoman Indonesia (Poltek­pin), Kota Tangerang, Selasa, 20 Januari 2026.

Hari Bakti  Imigrasi diisi de­ngan kegiatan donor darah dan penyerahan 20 ribu bibit kelapa genjah hibrida. Selain itu pengumpulan dana bantuan untuk korban bencana Su­ma­tera dan Aceh.  

”Kami berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,7 miliar dari berbagai kantor imigrasi pada kegiatan bakti sosial hari bakti imigrasi,” ungkap Agus.

Dia menyampaikan, dana tersebut nantinya disalurkan untuk korban bencana tanah longsor dan banjir bandang di Sumatera dan Aceh.

Agus menyebut, dana bantu­an tersebut nantinya akan di­konversi dalam berbagai kebu­tuhan masyarakat seperti pe­nye­diaan air bersih yang se­la­ras dengan penanganan oleh Polri, TNI dan BNPB saat ini.

”Kebutuhan air bersih disana masih sangat dibutuhkan. Saya sudah instruksikan agar uang yang ada di konversi dalam bentuk bantuan lainnya seperti air bersih sehingga manfaatnya semakin luas,” katanya.

Agus mengatakan, setiap unit bantuan penyediaan air bersih diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp25–30 juta. 

Agus berharap, bantuan ter­sebut terintegrasi dan dapat menjangkau lebih banyak wi­la­yah serta memberikan man­faat secara nyata bagi masya­rakat yang membutuhkan.

Agus menambahkan, pihak­nya memilih memfokuskan rangkaian kegiatan hari bakti imigrasi pada aksi sosial yang langsung menyentuh kebu­tuhan masyarakat. Hal ini dila­kukan dengan mengalihkan sebagian anggaran seremonial menjadi program bantuan ke­manusiaan, khususnya bagi daerah-daerah terdampak ben­cana.

Dikatakan, peringatan HBI direncanakan diisi dengan se­jum­lah kegiatan formal, ter­masuk ziarah ke Taman Makam Pahlawan. Namun, mempertim­bang­kan efisiensi anggaran dan manfaat yang lebih luas, panitia sepakat mengurangi kegiatan seremonial dan me­ngutamakan program sosial seperti bakti sosial, donor da­rah, serta penye­diaan bantuan air bersih.

”Ziarah ke Taman Makam Pahlawan sebelumnya telah dilaksanakan oleh jajaran TNI bersama Polri dalam rangka Hari Kemerdekaan. Namun, kegiatan serupa tidak lagi di­ulang agar anggaran tidak ter­buang sia-sia dan dapat diman­faatkan untuk kepentingan ma­syarakat yang lebih men­desak,” kata Agus.

Terkait hari bakti imigrasi, Agus juga menekankan untuk menjadi momentum untuk meningkatkan pelayanan sebab Imigrasi telah menjadi garda terdepan dalam menjaga ke­dau­latan negara serta berperan aktif dalam pembangunan dan kegiatan kemanusiaan.

”Peringatan HBI tahun ini diharapkan tidak hanya men­jadi seremoni tahunan, tetapi juga menghadirkan dampak langsung bagi masyarakat luas,” pungkasnya. (ziz)

Sumber: