BJB NOVEMBER 2025

Pilar Ajak ASN Gunakan Tumbler

Pilar Ajak ASN Gunakan Tumbler

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan memberikan keterangan kepada wartawan, beberapa waktu lalu.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan me­ngajak seluruh pegawai yang ada di Lingkup Pemkot Tangsel untuk menggunakan tumbler. Hal itu dilakukan untuk memi­nimalisir sampah plastik yang dihasilkan dari bekas kemasan minuman.

Tumbler adalah tempat mi­numan serbaguna yang diran­cang untuk penggunaan ber­ulang kali. Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Inchan me­ngatakan, gerakan peng­gunaan tumbler merupakan salah satu upaya nyata untuk mengurangi sampah plastik. 

”Memang tidak mungkin langsung bisa 100 persen te­tapi, upaya pengurangan harus terus dilakukan dan dimak­simalkan,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, beberapa waktu lalu.

Pilar menambahkan, dirinya mendorong agar seluruh jaja­ran, mulai dari Camat hingga Lurah, membiasakan diri mem­bawa tumbler masing-masing. Jika tersedia air mi­num dari dispenser atau galon silakan dimanfaatkan. 

”Begitu juga jika disediakan gelas atau kopi karena, itu tidak menimbulkan sampah sekali pakai,” tambahnya.

Menururnya, kedepan air minum dalam kemasan botol plastik tidak lagi disediakan di kantor kecamatan maupun 

kelurahan. Kebijakan ini akan disosialisasikan ke se­luruh perangkat wilayah, ter­masuk RT/RW, Posyandu, LPM, Karang Taruna, lembaga keagamaan, dan lembaga ke­masyarakatan lainnya.

”Untuk konsumsi rapat atau kegiatan, kami juga meminta agar kemasan kue dalam dus diganti dengan piring. Ini bu­kan melarang aktivitas UMKM, pe­dagang tetap berjalan na­mun kita menghindari kema­san sekali pakai dan memi­nimalkan sampah plastik,” jelasnya.

Pilar menjelaskan, jika tidak menggunakan air minum ke­masan, maka panitia kegiat­an wajib menyediakan galon atau dispenser. Prinsipnya adalah diupayakan semaksi­mal mungkin. Bukan melarang secara kaku, tetapi membiasa­kan dan mengurangi secara efektif.

Apabila dalam kondisi daru­rat dan memang tidak me­mungkinkan, penggunaan botol plastik masih dapat di­la­kukan, dengan catatan sampahnya dipilah dan dike­lola dengan baik melalui pe­ngepul.

”Dulu, kita terbiasa minum menggunakan gelas dan teko, tanpa botol plastik. Sekarang kita terlalu dimanjakan oleh kemudahan, padahal penggu­naan dispenser dan gelas ma­sih sangat memungkinkan, tinggal mencuci saja,” tutur­nya.

”Intinya, selama masih bisa dihindari, tidak ada alasan menggunakan botol plastik sekali pakai. Kita mulai dari diri sendiri dan dari lingku­ngan kerja kita,” tutupnya.

Sementara itu, Ketu Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tangsel Mahludin mengapresiasi Asosiasi Futsal Kota (AFK) Tangsel yang tidak hanya menggelar seleksi atlet tetapi, juga membawa pesan edukatif kepada atlet, seperti imbauan penggunaan tumbler untuk pengurangan sampah plastik.

“Ini bukan sekadar konsep olahraga tapi, juga memper­hatikan kondisi daerah. Im­bauan membawa tumbler itu hal positif,” ujarnya.

Sumber: