Setelah Banjir, DBD Mengintai Warga Kasemen
Warga Kota Serang yang sedang dirawat akibat terjangkit penyakit DBD. (DOK FOR TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Kota Serang, ancaman penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) kini menghantui warga Kecamatan Kasemen. Dalam dua pekan terakhir, hampir 10 warga Kampung Jerakah, Kelurahan Warung Jaud, dilaporkan terinfeksi dan harus menjalani perawatan medis.
Kasus-kasus tersebut muncul seiring meningkatnya curah hujan yang meninggalkan banyak genangan air di lingkungan permukiman. Kondisi ini diduga menjadi pemicu berkembangbiaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD.
Iroh, warga Kampung Jerakah, menuturkan bahwa banyak korban awalnya tidak menyadari penyakit yang diderita karena gejalanya mirip demam biasa. Namun, setelah beberapa hari kondisi tak kunjung membaik, pemeriksaan medis memastikan para pasien positif DBD.
“Awalnya cuma panas biasa, tapi setelah tiga hari tidak turun, justru makin tinggi. Begitu dibawa ke rumah sakit, baru diketahui DBD,” katanya saat ditemui, Kamis (8/1).
Sejumlah warga hingga kini masih dirawat di rumah sakit, sementara lainnya sudah diperbolehkan pulang dan menjalani masa pemulihan. Meski demikian, kekhawatiran masih membayangi masyarakat setempat.
Warga menilai penanganan dari pihak terkait belum maksimal. Laporan yang disampaikan ke puskesmas setempat, menurut mereka, baru ditindaklanjuti dengan pembagian bubuk abate untuk bak penampungan air. Sementara langkah pencegahan lanjutan seperti pengasapan (fogging) dan pemeriksaan jentik nyamuk secara menyeluruh belum dilakukan.
“Korban sudah hampir 10 orang, tapi penanganannya baru sebatas abate. Kami berharap ada tindakan nyata seperti fogging agar tidak terus bertambah,” ujar Iroh.
Wilayah Kecamatan Kasemen memang dikenal rawan DBD setiap musim hujan, terlebih dengan kepadatan penduduk dan sistem drainase yang belum optimal. Warga khawatir, tanpa penanganan cepat, kasus DBD akan terus meningkat seiring hujan yang masih mengguyur Kota Serang.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih melakukan pembersihan di sejumlah titik yang sebelumnya terdampak banjir. Meski genangan air telah berangsur surut, upaya pembersihan tetap dilakukan secara berkala untuk meminimalkan risiko lanjutan, termasuk munculnya penyakit.
“Ya sekarang intinya sudah pada surut. Sementara itu BPBD terus membantu membersihkan genangan air yang berada di fasilitas umum dan fasilitas sosial di seluruh area terdampak banjir,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Dinas maupun Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disampaikan Tangerang Ekspres. (ald)
Sumber:

