BJB NOVEMBER 2025

Setelah Banjir, DBD Mengintai Warga Kasemen

Setelah Banjir, DBD Mengintai Warga Kasemen

Warga Kota Serang yang sedang dirawat akibat terjangkit penyakit DBD. (DOK FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pascabanjir yang melanda sejumlah wilayah di pesisir utara Kota Serang, an­caman penyakit Demam Berda­rah Dengue (DBD) kini meng­hantui warga Kecamatan Ka­se­men. Dalam dua pekan ter­akhir, hampir 10 warga Kam­pung Jerakah, Kelurahan Warung Jaud, dilaporkan ter­infeksi dan harus menjalani perawatan medis.

Kasus-kasus tersebut muncul seiring meningkatnya curah hujan yang meninggalkan ba­nyak genangan air di lingkungan permukiman. Kondisi ini diduga menjadi pemicu ber­kem­bang­biaknya nyamuk Aedes aegypti, vektor utama penularan DBD.

Iroh, warga Kampung Jerakah, menuturkan bahwa banyak korban awalnya tidak menya­dari penyakit yang diderita karena gejalanya mirip demam biasa. Namun, setelah beberapa hari kondisi tak kunjung mem­baik, pemeriksaan medis memastikan para pasien positif DBD. 

“Awalnya cuma panas biasa, tapi setelah tiga hari tidak turun, justru makin tinggi. Begitu dibawa ke rumah sakit, baru diketahui DBD,” katanya saat ditemui, Kamis (8/1).

Sejumlah warga hingga kini masih dirawat di rumah sakit, sementara lainnya sudah di­per­bolehkan pulang dan men­jalani masa pemulihan. Meski demikian, kekhawatiran masih membayangi masya­rakat setempat.

Warga menilai penanganan dari pihak terkait belum mak­si­mal. Laporan yang disam­paikan ke puskesmas setem­pat, menurut mereka, baru ditindaklanjuti dengan pem­ba­gian bubuk abate untuk bak penampungan air. Semen­tara langkah pencegahan lanjutan seperti pengasapan (fogging) dan pemeriksaan jentik nyamuk secara menye­luruh belum dilakukan. 

“Kor­ban sudah hampir 10 orang, tapi penanganannya baru sebatas abate. Kami berharap ada tindakan nyata seperti fogging agar tidak terus bertambah,” ujar Iroh.

Wilayah Kecamatan Kase­men memang dikenal rawan DBD setiap musim hujan, terlebih dengan kepadatan penduduk dan sistem drainase yang belum optimal. Warga khawatir, tanpa penanganan cepat, kasus DBD akan terus meningkat seiring hujan yang masih mengguyur Kota Serang.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kota Serang, Diat Hermawan, mengatakan bahwa pihaknya hingga kini masih melakukan pembersihan di sejumlah titik yang sebelumnya terdampak banjir. Meski genangan air telah berangsur surut, upaya pembersihan tetap dilakukan secara berkala untuk memini­malkan risiko lanjutan, terma­suk munculnya penyakit. 

“Ya sekarang intinya sudah pada surut. Sementara itu BPBD terus membantu mem­ber­sihkan genangan air yang berada di fasilitas umum dan fasilitas sosial di seluruh area terdampak banjir,” ujarnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, baik Kepala Dinas maupun Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Serang belum memberikan tanggapan atas pertanyaan yang disam­paikan Tangerang Ekspres. (ald)

Sumber: