BJB NOVEMBER 2025

Banjir Meluas, Dindik Terapkan PJJ, Warga Diimbau Waspada Bencana

Banjir Meluas, Dindik Terapkan PJJ, Warga Diimbau Waspada Bencana

Salah satu sekolah yang terendam banjir. Pemkot Tangerang menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak jauh.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Ta­nge­rang memberlakukan ke­bijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini, ber­laku bagi sekolah yang berada di wilayah rawan banjir khu­susnya yang sudah terdampak banjir.

Saat ini, Kota Tangerang ma­sih waspada potensi cuaca ekstrem. Khususnya, cuaca hujan yang tengah melanda wilayah Jabodetabek. Be­be­rapa wilayah di Kota Tangerang ter­dampak banjir dengan ke­tinggian hingga 1 meter. 

Fasilitas umum seperti akses jalan yang menghambat akti­vitas atau mobilitas masyarakat di wilayah terdampak banjir seperti kecamatan Periuk, Ciledug, Cipondoh, Karawaci, Benda, Larangan dan Cibodas serta sebagian kecamatan lain­nya.

Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Wah­yudi mengatakan, seba­nyak 37 sekolah di Kota Tange­rang telah melaporkan me­nerapkan PJJ. Pasca musibah banjir yang melanda beberapa kecamatan di wilayah Kota Tangerang, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka belum memungkinkan dila­kukan.

“Dampak musibah banjir di beberapa kecamatan me­nye­babkan setidaknya ada 37 sekolah yang terdendam. Sehingga tidak bisa dilakukan KBM (Kegiatan Belajar Me­ngajar) seperti biasa, salah satu kendalanya akses menuju sekolah terhambat,” kata Wah­yudi.

Dia menuturkan, Pemkot Tangerang mengambil langkah ini sebagai bentuk antisipasi dan upaya menjaga keselama­tan peserta didik, tenaga pen­didik, serta seluruh warga se­kolah.

“Kebijakan PJJ diberlakukan sementara untuk wilayah ter­dampak hingga kondisi dan situasi dinyatakan kembali kondusif,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Da­erah (BPBD) Kota Tange­rang, Mahdiar mengung­kap­kan, Pemkot Tangerang masih menerapkan status waspada cuaca ekstrem sesuai peri­ngatan dari BMKG.  

”Informasi dari BMKG peri­nga­tan waspada cuaca eks­trem. Maka itu, kita tetap kon­­disi waspada,” kata Mah­diar.

Dia mengimbau, masyarakat untuk tetap selalu mewaspadai bencana cuaca ekstrem seperti banjir dan lainnya dalam men­jaga keselamatan. Bagi masyarakat yang membu­tuh­kan bantuan, maka bisa meng­hubungi layanan Emergency Call Center 112 atau hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144 agar dapat segera ditindaklanjuti. 

”Kami sudah siagakan petu­gas selama 24 jam dengan sistem bergantian. Kita me­ngutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat sesuai instruksi langsung Wali Kota Sachrudin,” kata Mahdiar. (ziz)

Sumber: