Banjir Meluas, Dindik Terapkan PJJ, Warga Diimbau Waspada Bencana
Salah satu sekolah yang terendam banjir. Pemkot Tangerang menerapkan kebijakan Pembelajaran Jarak jauh.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemkot Tangerang memberlakukan kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kebijakan ini, berlaku bagi sekolah yang berada di wilayah rawan banjir khususnya yang sudah terdampak banjir.
Saat ini, Kota Tangerang masih waspada potensi cuaca ekstrem. Khususnya, cuaca hujan yang tengah melanda wilayah Jabodetabek. Beberapa wilayah di Kota Tangerang terdampak banjir dengan ketinggian hingga 1 meter.
Fasilitas umum seperti akses jalan yang menghambat aktivitas atau mobilitas masyarakat di wilayah terdampak banjir seperti kecamatan Periuk, Ciledug, Cipondoh, Karawaci, Benda, Larangan dan Cibodas serta sebagian kecamatan lainnya.
Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Tangerang, Wahyudi mengatakan, sebanyak 37 sekolah di Kota Tangerang telah melaporkan menerapkan PJJ. Pasca musibah banjir yang melanda beberapa kecamatan di wilayah Kota Tangerang, aktivitas belajar mengajar secara tatap muka belum memungkinkan dilakukan.
“Dampak musibah banjir di beberapa kecamatan menyebabkan setidaknya ada 37 sekolah yang terdendam. Sehingga tidak bisa dilakukan KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) seperti biasa, salah satu kendalanya akses menuju sekolah terhambat,” kata Wahyudi.
Dia menuturkan, Pemkot Tangerang mengambil langkah ini sebagai bentuk antisipasi dan upaya menjaga keselamatan peserta didik, tenaga pendidik, serta seluruh warga sekolah.
“Kebijakan PJJ diberlakukan sementara untuk wilayah terdampak hingga kondisi dan situasi dinyatakan kembali kondusif,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang, Mahdiar mengungkapkan, Pemkot Tangerang masih menerapkan status waspada cuaca ekstrem sesuai peringatan dari BMKG.
”Informasi dari BMKG peringatan waspada cuaca ekstrem. Maka itu, kita tetap kondisi waspada,” kata Mahdiar.
Dia mengimbau, masyarakat untuk tetap selalu mewaspadai bencana cuaca ekstrem seperti banjir dan lainnya dalam menjaga keselamatan. Bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, maka bisa menghubungi layanan Emergency Call Center 112 atau hotline BPBD Kota Tangerang di 021-5582144 agar dapat segera ditindaklanjuti.
”Kami sudah siagakan petugas selama 24 jam dengan sistem bergantian. Kita mengutamakan keselamatan dan keamanan masyarakat sesuai instruksi langsung Wali Kota Sachrudin,” kata Mahdiar. (ziz)
Sumber:

