Dinkes Kabupaten Serang Temukan 147 Kasus Suspek Campak, 14 Orang Dinyatakan Positif

Dinkes Kabupaten Serang Temukan 147 Kasus Suspek Campak, 14 Orang Dinyatakan Positif

Petugas Survailans Dinkes Kabupaten Serang melakukan penanganan anak yang terkena Campak di Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, beberapa waktu lalu. (DINKES KABUPATEN SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--

Mereka yang positif campak ini, kata Istianah, mayoritas tidak pernah diimunisasi atau tidak melengkapi imuni­sasinya, dan rata-rata balita yang terkena campak.

Sehingga, imunisasi ini sangat menentukan kerentan­­an keke­balan tubuh seseorang terhadap penyakit Campak ini.

Istianah mengatakan, imu­nisasi merupakan obat yang ampuh untuk melindungi anak dari Campak, sebab akan terbentuk kekebalan tubuh atau antibodi anak. Sehingga kalau ada virus yang masuk tubuhnya, bisa dilawan. 

Sehingga, warga Kabupaten Serang yang memiliki anak balita namun belum imunisasi atau tidak lengkap imunisasi­nya, segera datang ke fasilitas kesehatan terdekat, jangan sampai ditunda.

Dikatakan Istianah, imunisa­­si pada anak diberikan seba­nyak tiga kali.

"Kita punya program pence­gahan Campak dengan imu­nisasi, diimunisasi itu Cam­pak Rubella diberikan kepada anak usia sembilan bulan yang pertama, kedua diulang lagi di umur 18 bulan atau satu setengah tahun, terakhir di booster lagi pada kelas satu sekolah dasar," ucapnya.

Istianah mengatakan, ber­dasarkan data, cakupan imu­nisasi belum mencapai target yang diharapkan, karena sampai sekarang capaiannya masih diangka 50 persen dari target minimal 95 persen.

Menurutnya, masih banyak warga Kabupaten Serang yang belum mau mengimunisasi anak­nya atau terlewat jadwalnya.

"Ketika anaknya imunisasi, kena demam akhirnya tidak datang lagi. Sekarang sedang terus kita gencarkan gerakan imunisasi ini, supaya bisa men­capai 100 persen atau mini­malnya 95 persen, supaya anak terbentuk kekebalan tubuhnya," tuturnya. (agm)

Sumber: