Dukung Pemkot Tangsel, Baznas Tangsel Renovasi 20 Rumah

Dukung Pemkot Tangsel, Baznas Tangsel Renovasi 20 Rumah

Petugas dan masyarakat membongkar atap rumah warga yang akan direhab oleb Baznas Kota Tangsel.-(Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres)-

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG — Badan Amil Za­kat Nasional (Baznas) Kota Tang­sel tahun ini akan mela­kukan renovasi puluhan rumah yang tak layak huni menjadi layak huni di Kota Tangsel.

Program tersebut merupakan bagian dari komitmen Baznas dalam mendukung program Pemkot Tangsel untuk menu­run­kan angka kemiskinan me­la­lui perbaikan hunian bagi masyarakat kurang mampu.

Ketua Baznas Kota Tangsel Mohamad Subhan mengatakan, tahun ini pihaknya akan mela­kukan renovasi 53 unit rumah tidak layak huni menjadi layak huni.

”Tahun ini kita target 54 ru­mah dan sampai sekarang yang sudah selesai sekitar 15-20 unit rumah. Sisanya nanti sampai akhir tahun” ujarnya, Selasa, 19 Agustus 2025.

Subhan menambahkan, pi­hak­nya juga melakukan sha­ring program dengan Dinas  Perkimta Kota Tangsel dalam mendukung program tersebut. Diketahui, Dinas Perkitata Tangsel memiliki program bedah rumah, artinya rumah yang tidak layak dibongkar dan dibangun kembali.

”Ada yang baznas tidak sang­gup maka kita serahkan ke Perkimta. Atau sebaliknya yang memang butuhnya rehab kecil maka Perkim akan me­nye­rahkan ke baznas,” tam­bahnya.

Menurutnya, ada juga yang dikerjakan oleh Dinas Per­kimta namun, untuk tempat tinggal sementara pemilik ru­mah selama proses rehab akan ditanggung oleh baznas. 

”Maka baznas bantu carikan tempat tinggal sementra dan ini bagian sinergi kita dengan pemkot,” jelasnya.

Subhan mengaku, rumah yang akan direhab memiliki beberapa kriteria.  Pertama dari sisi pemilik masuk disalah satu asnaf (mustahik penerima jakat)Kedua dari sisi rumah memang tidak layak. 

”Hanya yang dibantu baznas ini parsial tidak utuh 1 rumah, misal atap yang kurang layak maka kita kerjakan atapnya saja. Yang pasti kepemilikan rumah milik sendiri,” ung­kapnya.

Kita punya tim baznas yang melakukan asesmen, keru­sakan rumah yang dibantu pakai prioritas yang kemen­desakan untuk diperbaikinya sudah sangat mendesak,” tu­tur­nya.

Mantan Ketua KPU Kota Tangsel tersebut menuturkan, anggaran rehab untuk 1 unit rumah maksimal Rp25 juta. 

”Ada beberapa rebah yang kurang biaya. Contoh rehab di Pondok Aren habis Rp29 juta, trus sisanya gotong ro­yong dari lingkungan sekitar. Ada bentuk uang dan gotong royong,” ungkapnya.

Subhan menjelaskan, proses pengerjaan rebah rumah tidak layak huni sekitar 1-2 minggu dan lamanya tergantung ke­rusa­kan. 

Sumber: