OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan di Banten Kokoh, Stabil, dan Terjaga di 2023

Kokoh, Stabil dan Terjaga ini yang dikemukakan OJK terkait kondisi jasa keuangan di Banten-Syirojul Umam-
"Jumlah penerima pinjaman yang aktif di Banten turut mengalami penurunan sebesar -27,91 persen yoy dari 2,01 juta entitas pada November 2022 menjadi 1,45 juta entitas pada November 2023," ujarnya.
Sementara itu, kata Roberto, dalam rangka meningkatkan tingkat literasi keuangan masyarakat di Provinsi Banten, KOJT bersama stakeholders terkait lainnya secara rutin menyelenggarakan kegiatan edukasi keuangan.
Sepanjang 2023, KOJT telah menyelenggarakan 67 kegiatan edukasi di berbagai Kota dan Kabupaten di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, di mana 67 kegiatan edukasi dimaksud telah diikuti oleh 4.444 peserta yang berasal dari kalangan pelaku UMKM, komunitas perempuan, pelajar dan mahasiswa serta masyarakat umum.
Selain itu, dalam KOJT juga senantiasa membuka layanan konsumen berupa penerimaan pengaduan dan pemberian informasi riwayat kredit/pembiayaan secara online maupun offline.
"Sampai dengan 31 Desember 2023, KOJT telah menerima 160 layanan pengaduan, 8 permintaan informasi dan 5.639 permintaan informasi Debitur," ungkapnya.
Tak hanya itu, dalam rangka meningkatkan tingkat inklusi keuangan masyarakat di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, KOJT bermitra dengan Pemerintah Daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), di mana seluruh Provinsi, Kota dan Kabupaten di DKI Jakarta dan Banten telah membentuk TPAKD.
"Secara garis besar, terdapat tiga program utama yang diimplementasikan oleh masing-masing TPAKD di Provinsi DKI Jakarta dan Banten, antara lain program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR), program pemberdayaan UMKM dan Green Economy," paparnya. (*)
Sumber: