BJB
hut bjb

Pemkot Serang Pertahankan Opini WTP

Pemkot Serang Pertahankan Opini WTP

Agenda penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) oleh BPK RI Perwakilan Banten ke Pemkot Serang, belum lama ini. (PEMKOT SERANG FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang kem­bali mempertahankan opini Wajar Tanpa Penge­cualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Ban­ten atas laporan keuangan tahun anggaran 2025. Raihan tersebut menjadi yang kesembilan kali se­cara berturut-turut dite­rima Pemkot Serang.

Opini WTP diserahkan dalam agenda penyerahan Laporan Hasil Peme­rik­saan (LHP). Wali Kota Se­rang, Budi Rustandi menyebut capaian ter­sebut menjadi bukti pe­nge­lolaan administrasi dan keuangan daerah ber­jalan semakin baik. 

“Alhamdulillah Kota Se­rang kembali men­da­patkan opini WTP tanpa catatan,” ujar Budi.

Menurutnya, ke­ber­ha­silan mempertahankan opini tertinggi dalam audit laporan keuangan peme­rintah daerah itu tidak lepas dari peran seluruh or­ganisasi perangkat dae­rah (OPD) selama proses pemeriksaan berlangsung.

Ia mengatakan, setiap OPD dinilai lebih sigap dalam menyiapkan data dan dokumen yang di­butuhkan tim auditor BPK. Selain itu, koordinasi antarperangkat daerah juga berjalan lebih baik dibanding tahun se­belumnya.

Budi turut mengapresiasi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Serang, Nanang Saefudin yang dinilai aktif mengawal proses tindak lanjut hasil pemeriksaan di masing-masing OPD.

“Ini menjadi capaian yang baik untuk Kota Serang dalam pengelolaan keuangan dan administrasi pemerintahan,” katanya.

Meski kembali meraih opini WTP, Pemkot Serang tetap diminta melakukan evaluasi agar kualitas tata kelola ke­uangan daerah dapat terus ditingkatkan pada tahun mendatang.

Sementara itu, Inspektur Kota Serang, Wachyu Kris­tiawan mengatakan, raihan WTP kesembilan kali berturut-turut menunjukkan solidnya kolaborasi seluruh OPD di lingkungan Pemkot Serang.

Menurutnya, laporan ke­uangan pemerintah daerah merupakan gabungan laporan dari seluruh perangkat daerah sehingga kelengkapan administrasi dan ketepatan penyajian data menjadi faktor penting dalam pemeriksaan.

Ia menambahkan, jumlah temuan audit tahun ini juga mengalami penurunan dibanding pemeriksaan se­belumnya. 

“Temuan tahun ini jauh berkurang dibanding tahun lalu karena OPD lebih cepat menyiapkan data dan do­kumen,” ucapnya. (ald)

Sumber: