Dua Hari Hujan, Ribuan Rumah Terendam
Petugas BPBD Kabupaten Serang melakukan asesmen pendataan terhadap warga terdampak banjir, di Kecamatan Pontang, Minggu (4/1/2026).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Hujan deras dengan intensitas tinggi, yang terjadi sejak Jumat 2 Januari hingga Sabtu 3 Januari 2026, merendam ribuan rumah di beberapa wilayah di Kabupaten Serang.
Berdasarkan data yang dirilis Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Serang, bencana hidrometeorologi yang mengakibatkan banjir merendam rumah dengan ketinggian air yang bervariatif.
Seperti di Kecamatan Kibin, banjir terjadi tepatnya di Desa Ketos dan Nagara. Kemudian, di Kecamatan Kramatwatu banjir terjadi di Desa Pamengkang dan Tonjong, lalu di Kecamatan Padarincang terjadi di Desa Barugbug.
Selanjutnya, di Kecamatan Lebakwangi terjadi di Desa Bolang, sementara di Kecamatan Ciruas itu terjadi di Desa Cigelam dan Perumahan Bumi Ciruas Permai (BCP) di Desa Ranjeng.
Tidak hanya itu, banjir juga terjadi di Kecamatan Tirtayasa di Desa Tengkurak, dan Kecamatan Pontang di Desa Sukajaya, serta beberapa desa di Kecamatan Anyar.
Dampak dari banjir ini, merendam sebanyak 1.698 rumah termasuk juga fasilitas umum seperti, musala, sekolah, masjid, dan ruas jalan pun ikut terendam.
Apabila dirangkum keseluruhan dengan bencana angin kencang, pergerakan tanah, maka terdapat 1.707 rumah dengan 2.051 kepala keluarga dari 5.849 jiwa terdampak.
Dari jumlah jiwa terdampak tersebut, terdapat 175 jiwa lanjut usia (lansia) dan 191 bayi usia di bawah lima tahun (balita) juga ikut terdampak.
Kapala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, Tinggi Muka Air (TMA) akibat banjir bervariatif seperti di Desa Tengkurak, Kecamatan Tirtayasa, kurang lebih 30 sampai 40 sentimeter.
Sedangkan, di Desa Sukajaya, Kecamatan Pontang, kurang lebih tinggi airnya mencapai 30 sentimeter sampai 70 sentimeter, namun saat ini semua wilayah sudah berangsur surut banjirnya.
Petugas masih berupaya melakukan penanganan dan pemantauan di lokasi banjir, bekerjasama dengan BPBD Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Serang juga melakukan pendistribusian logistik.
"Kalau di Perumahan BCP Ciruas, petugas sudah menyiapkan alat penyedot air atau Alkon. Lalu, sebagian warga terdampak banjir ada yang evakuasi mandiri ke rumah saudara dan tempat aman lainnya, sementara petugas masih melakukan olah data mutakhir," katanya, Minggu (4/1).
Ajat mengaku, ada beberapa hal yang dialami petugas di lapangan seperti, sarana prasarana yang minim, kendaraan operasional, lokasi kejadian tersebar di beberapa kecamatan dan nomor utama operator pusdalops sedang rusak.
Tidak hanya itu, pihaknya juga sudah merekomendasikan untuk dilakukan pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) untuk antisipasi pergerakan tanah, dan normalisasi perbaikan irigasi untuk antisipasi luapan air yang dapat mengakibatkan banjir.
Sumber:

