Nekat Terjang Banjir, Warga Ditemukan Meninggal
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian korban hilang terbawa arus banjir dan korban berhasil ditemukan dengan keadaan meninggal dunia, di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang, Senin (26/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Seorang warga bernama Muizah (32) asal Kampung Pule, RT 09 RW 03, Desa Gembor, Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang ditemukan meninggal dunia pada Minggu (25/1).
Sebelumnya, korban dengan gangguan jiwa atau ODGJ ini tenggelam akibat nekat menerobos banjir, lalu hilang terbawa arus yang kuat dan saat dilakukan pencarian ditemukan korban telah meninggal dunia.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Serang Ajat Sudrajat mengatakan, peristiwa kecelakaan sungai ini terjadi pada Minggu 25 Januari 2026 sekitar pukul 12.20 WIB. Warga hilang terbawa arus air di aliran irigasi persawahan yang sedang banjir.
Awalnya, pemerintah Desa Gembor, Kecamatan Binuang, sedang membagikan sembako kepada warga terdampak banjir. Namun satu warga atas nama Muizah nekat menyebrangi arus air deras yang akhirnya hilang terbawa.
"Pak Lurah sedang membagikan sembako ke warga terdampak banjir, satu warga dengan gangguan jiwa atau ODGJ ini, tenggelam terbawa arus saat memaksa pergi ke arah banjir. Padahal, para warga sudah memperingatinya, tetapi korban tetap melanjutkan jalan menerjang arus banjir, yang mengakibatkan tenggelam terbawa arus," katanya, Senin (26/1).
Ajat mengatakan, mendapat laporan tersebut tim gabungan dari BPBD Kabupaten Serang dengan tim rescue SAR Banten, mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus mencari korban.
Pencarian hari pertama, menggunakan rubber boat sejauh dua kilometer dari lokasi kejadian dan melakukan pemantauan visual udara menggunakan drone thermal.
"Hingga sore hari, korban belum juga ditemukan yang akhirnya tim SAR gabungan menghentikan sementara pencarian korban di hari pertama, dengan hasil nihil dan akan di lanjutkan besok pagi," ujarnya.
Ajat melanjutkan, di hari kedua pencarian korban tim SAR gabungan kembali melakukannya dengan menggunakan rubber boat, menyusuri aliran sungai sejauh kurang lebih tujuh kilometer ke arah hilir dari lokasi kejadian.
Pemantauan visual melalui udara juga dilakukan, dengan menggunakan drone thermal yang mencakup area seluas 2,23 kilometer.
"Alhamdulillah pencarian di hari kedua, pada Senin 26 Januari sekitar pukul 08.15 WIB, tim SAR gabungan berhasil menemukan korban, sekitar 100 meter dari lokasi kejadian. Kemudian, korban langsung dievakuasi ke rumah duka untuk diserahkan ke pihak keluarga," ucapnya.
Sementara itu, Camat Binuang Mamak Abror membenarkan bahwa adanya warga meninggal dunia atas nama Muizah, akibat nekat terobos banjir di wilayahnya, hingga terbawa arus lalu hilang pada Minggu 25 Januari 2026.
Jasad korban baru ditemukan, Senin 26 Januari 2026 sekitar pukul 08.15 WIB sudah meninggal dunia, yang lokasinya 800 meter dari tempat kejadian. (agm)
Sumber:

