BI Optimis Banten Jadi Pasar Konsumsi Jabodetabek
Kepala KPw BI Banten, Sofyan Kurnia memberikan sambutan dalam agenda Capacity Building Jurnalis Media Banten Tahun 2026, di Denpasar, Bali, Sabtu (25/7). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Provinsi Banten memiliki peluang emas untuk mentransformasi diri menjadi pusat pemenuhan kebutuhan konsumsi skala besar. Hal ini didukung dengan posisi strategis sebagai penyangga utama kawasan aglomerasi Jabodetabek, dan menjadi modal untuk memacu akselerasi ekonomi daerah.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, mengatakan bila Banten serius menggarap kebutuhan pangan warga Jabodetabek akan memberikan perputaran nilai ekonomi yang sangat masif.
"Kalau kita serius dan fokus mendukung konsumsi 42 juta jiwa tersebut (jumlah penduduk Jabodetabek-red), nilai ekonominya luar biasa besar. Jika semua pihak optimistis, roda ekonomi dan arus investasi otomatis akan bergerak masuk," katanya dalam agenda Capacity Building Jurnalis Media Banten Tahun 2026, di Denpasar, Bali, Sabtu (25/7).
Sofwan menilai potensi kesuburan lahan di Banten harus dimaksimalkan secara agresif. Bahkan seharusnya pembahasan tak lagi sebatas produksi beras, melainkan merambah ke komoditas holtikultura seperti sayur-mayur serta sektor peternakan untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat.
"Sektor peternakan itu peluangnya sangat besar. Mulai dari sapi, ayam, hingga telur pokoknya kalau kita fokus di pasokan protein ini, insya Allah hasilnya maksimal," jelasnya.
Selain menjamin stabilitas daya beli masyarakat, BI Banten mendorong penguatan hilirisasi industri unggulan Banten, khususnya petrokimia dan baja. Perusahaan raksasa seperti PT Chandra Asri Pasific Tbk dan PT Krakatau Steel Tbk diharapkan tidak hanya memproduksi bahan mentah, tetapi juga membangun rantai industri hilir di dalam wilayah Banten demi menghadirkan nilai tambah yang jauh lebih tinggi.
Untuk memikat investor asing maupun domestik, Sofwan menekankan dua kunci utama. Pertama kepastian perizinan usaha dan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM). Investor membutuhkan kepastian bahwa proses perizinan berlangsung cepat serta didukung oleh pasokan tenaga kerja lokal yang terampil dan mencukupi.
"SDM menjadi penentu dan pastinya sebelum SDM, pemerintah provinsi harus bisa memberikan keyakinan bahwa proses perizinan usahanya juga dimudahkan," tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, mengatakan bahwa pihaknya komitmen penuh dalam menciptakan iklim investasi yang aman, transparan, dan bebas dari praktik pungutan liar (pungli) di tanah jawara.
Dimyati menjelaskan bahwa seluruh proses perizinan investasi kini telah terintegrasi secara digital melalui sistem Online Single Submission (OSS). Langkah ini diterapkan untuk memangkas birokrasi yang berbelit dan menutup celah pungli.
"Saya pastikan berinvestasi di Banten itu menguntungkan dan aman. Seluruh perizinan lewat OSS, tidak ada biaya tambahan. Kalau ada oknum yang coba-coba melakukan pungli, langsung kami tindak tegas seperti yang sudah kami buktikan pada kasus di Chandra Asri," tegas Dimyati.
Menurutnya dengan sinergi antara kepastian hukum, transparansi perizinan, dan pemanfaatan potensi pasar Jabodetabek, Pemprov Banten bersama Bank Indonesia optimistis daya saing investasi Banten akan terus melonjak tajam. (mam)
Sumber:

