BJB

Gubernur Andra Soni Bangun Jembatan Piano

Gubernur Andra Soni Bangun Jembatan Piano

Gubernur Banten Andra Soni meninjau langsung pembangunan jembatan piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (21/7). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Jembatan Piano di Desa Mekarsari, Kecamatan Care­nang, Kabupaten Serang, kurang lebih sudah 25 tahun lamanya tidak tersentuh perbaikan.

Jembatan yang menghubungkan antarkabupaten ini menjadi satu satunya akses masyarakat dalam meningkatkan perekonomian rumah tangganya, sebab sering dilalui oleh para pekerja, petani dan pejuang rupiah lainnya.

Jembatan penghubung antara Kabupaten Serang dengan Kabu­paten Tangerang merupakan akses cepat bagi masyarakat dalam mencari nafkah untuk keluarganya.

Melalui program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra) milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, dibangunkan jembatan baru sepanjang 55 meter dengan lebar lima meter yang ditargetkan selesai November 2026.

Pembangunan jembatan baru hadir memberikan solusi dalam membantu masyarakat, karena selama ini jembatan tersebut selalu dikeluhkan masyarakat karena menghambat aktivitas sehari-hari, mulai dari akses pendidikan, eko­nomi hingga layanan kesehatan.

"Saya datang ke sini untuk me­ninjau langsung proses pemba­ngunan jembatan piano, kenapa namanya jembatan piano karena ketika dilalui bisa bunyi sebab kayu-kayunya sudah longgar. Ke­mudian, masyarakat menyam­paikan kondisi ini ke kami, maka­nya kita langsung perbaikan me­lalui program Bang Andra," kata Gubernur Banten Andra Soni kepada wartawan usai meninjau langsung pembangunan jembatan piano di Desa Mekarsari, Kecamat­an Carenang, Kabupaten Serang, Selasa (21/7). 

Andra mengatakan, pembangun­an jembatan baru ini menghabiskan anggaran kurang lebih Rp10,8 miliar, dengan panjang 55 meter dan lebarnya 5 meter yang ditarget­kan selesai November 2026.

Ia berharap dengan adanya jem­batan baru dapat menghidupkan kembali aktivitas masyarakat, tan­pa perlu khawatir melewati akses jembatan yang sebelumnya sangat memprihatinkan.

"Jembatan piano ini terbuat dari kayu, kalau hujan itu licin dan ternyata banyak juga yang terjatuh, dan kondisinya sudah mulai rapuh maka kita bangunkan jembatan baru. Upaya ini bagian dari janji kami ke masyarakat, membangun jalan desa sejahtera meskipun ini berupa jembatan, semoga bisa bermanfaat," ujarnya.

Dikatakan Andra, progres pem­bangunan jembatan baru sudah 30 persen, adapun tebal bangunan­nya kurang lebih 20 sentimeter yang diharapkan dapat bertahan minimal 10 tahun, dan nanti tidak boleh dilalui oleh kendaraan dengan beban yang berat seperti membawa material berupa batu dan lain sebagainya.

"Minimal 10 tahun bisa bertahan nanti setelah itu akan ada peme­liharaan, kalau dilalui kendaraan yang berat seperti mengangkut batu akan cepat merusak jalan, saya berharap masyarakat sekitar bisa menjaga jembatan ini sebaik-baiknya," ucapnya.

Sementara itu, Ketua Fraksi Ge­rindra DPRD Kabupaten Serang Ahmad Muhibbin mengatakan, jembatan piano dibangun menggu­nakan kayu yang kini kondisinya sangat memprihatinkan, karena setiap kendaraan yang melintas bisa bergetar dan tidak sedikit pula yang terjatuh akibat licin.

"Tentu ini menjadi keprihatinan dan Pak Andra Soni merespon dengan cepat, melalui program Bang Andra tahun ini alhamdulillah bisa dilaksanakan pembangunan jembatan baru," katanya.

Muhibbin mengatakan, jembatan piano ini menghubungkan antara Kabupaten Serang dengan Kabu­paten Tangerang, yang dipa­kai untuk mobilitas masyarakat dalam beraktivitas baik bekerja maupun membawa hasil bumi untuk dijual ke pasar.

Sumber: