BJB

Anggaran Perawatan Auning Pujasera Alun-Alun Dipertanyakan

Anggaran Perawatan Auning Pujasera Alun-Alun Dipertanyakan

Kondisi Pujasera Alun-Alun Rangkasbitung yang tidak pernah tersentuh perawatan, Rabu (15/7). (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Sejumlah pedagang pusat jajanan serba ada (pu­jasera) di Alun-Alun Rang­kasbitung mengeluhkan tenan atau auning tempat jualan mereka yang sudah tidak layak. Hal tersebut akibat tidak per­nah adanya perawatan atau perbaikan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian dan Per­dagangan Kabupaten Lebak sebagai OPD pengelolanya.

Rahmat, seorang pedagang di pujasera Alun-Alun Rangkas­bitung mengatakan, sejak awal pembangunan hingga se­karang, auning tempat berda­gang belum pernah dilakukan perawatan atau hanya sekedar pengecetan.

”Kondisinya banyak tiang atau penyangga patah dan kami perbaiki secara swadaya,” kata Rahmat kepada wartawan, Rabu (15/7).

Menurutnya, untuk berda­gang di pujasera alun-alun, semua pedagang dikenakan sewa tempat, setiap tahun se­tiap pedagang harus mem­bayar Rp2,5 juta.

”Awal menempati pujasera kita bayar sewa Rp1,5 juta, tapi naik setelah beberapa tahun menjadi Rp2,5 juta yang disetor­kan ke Disperindag Lebak,” ujarnya.

Lanjutnya, dia dan semua pe­­­dagang meminta agar Dis­pe­rindag segera melakukan per­­­­baikan, karena hasil perbaikan dengan cara swadaya tidak dapat menyentuh semua titik yang rusak.

”Banyak tiang besi yang sudah patah dan keropos, dan atap yang sudah tidak layak,” tuturnya.

Terpisah, Yani, Kabid Peda­gangan Disperindag Pemkab Lebak mengaku, terkait puja­sera alun-alun rencananya tahun ini kalau tidak ada per­ubahan dianggarkan per­baikan melalui OPD di Dinas PUPR Lebak.

”Terakhir infonya mereka sedang membuat  peren­ca­naannya, khawatir ada, update terbaru bisa tanya bidang tata ruang DPUPR, karena mereka yang diberikan tugas oleh pemda untuk hal tersebut,” ucapnya.(fad)

Sumber: