diskominfo
BJB FEBRUARI 2026

CKG di Puskesmas Pondok Kacang Timur Disambut Antusias Warga

CKG di Puskesmas Pondok Kacang Timur Disambut Antusias Warga

Kepala UPT Puskesmas Pondok Kacang Timur, Erni (tengah berdiri) memantau pelaksanaan cek kesehatan gratis yang dilaksanakan saat bazar ramadan di Kecamatan Pondok Aren.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, PONDOKAREN — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPT Puskesmas Pondok Kacang Timur terus berjalan setiap hari. Program ini men­jadi bagian dari upaya pe­merintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terha­dap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin. 

Kepala UPT Puskesmas Pon­dok Kacang Timur, Erni me­ngatakan, pihaknya menar­getkan seluruh penduduk di wilayah tersebut mengikuti program CKG. Saat ini jumlah penduduk di wilayah Pondok Kacang Timur mencapai se­kitar 68 ribu jiwa. 

“Target kami setiap minggu sekitar 2.630 orang atau sekitar 439 orang per hari agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Kamis (5/3). 

Erni menambahkan, meski secara konsep program CKG dilaksanakan pada hari ulang tahun masyarakat, dalam prak­tiknya puskesmas tetap melayani warga yang ingin melakukan pemeriksaan mes­kipun tidak tepat pada tanggal ulang tahunnya. 

“Misalnya ulang tahunnya bulan Juni, tapi hari ini datang untuk cek kesehatan tetap kami layani. Nanti tahun de­pan bisa kembali lagi mela­kukan CKG pada tanggal yang sama,” tambahnya. 

Menurut Erni, antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Saat ini rata-rata pelayanan CKG di Pus­kesmas Pondok Kacang Timur mencapai sekitar 50 hingga 100 orang per hari. Berbagai jenis pemeriksaan kesehatan disediakan dalam program tersebut, mulai dari peme­riksaan kolesterol, gigi, teka­nan darah, hingga peme­rik­saan gula darah.

Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi kese­hatan serta informasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. “Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, di puskesmas juga tersedia pemeriksaan lengkap seperti EKG, USG, serta pe­meriksaan laboratorium untuk fungsi hati, ginjal, dan jan­tung,” jelasnya. 

Wanita berkerudung ini me­ngaku, dalam dua bulan ter­akhir, tercatat sekitar 400 war­ga telah mengikuti prog­ram CKG. Sementara sepan­jang tahun 2025 lalu, jumlah warga yang menjalani pe­me­riksaan kesehatan mencapai sekitar 20 ribu orang dari target 36 ribu orang. Dari hasil pe­meriksaan tersebut, penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat adalah diabetes dan hipertensi,” ungkapnya. 

Erni menjelaskan, pola pe­meriksaan kesehatan masya­rakat kini mulai berubah. Jika sebelumnya masyarakat bia­sanya datang berobat saat su­dah sakit, kini mulai beralih pada pemeriksaan kesehatan secara preventif atau pence­gahan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak puskesmas juga aktif mela­kukan pendekatan langsung ke lingkungan warga. 

“Kami membentuk tiga tim di puskesmas, masing-masing berisi 10 orang. Tim ini turun langsung ke lingkungan ma­syarakat dengan sistem jemput bola,” tururnya. 

Kegiatan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama RT, RW, kelurahan, kader ke­se­hatan, hingga unsur masya­rakat seperti Karang Taruna dan organisasi kemasya­rakat­an. “Jadi masyarakat sudah tahu kapan tim kami datang, hari apa dan jam berapa. Bah­kan banyak kegiatan ini juga berdasarkan permintaan ma­sya­rakat,” tutupnya. (bud)

Sumber: