CKG di Puskesmas Pondok Kacang Timur Disambut Antusias Warga
Kepala UPT Puskesmas Pondok Kacang Timur, Erni (tengah berdiri) memantau pelaksanaan cek kesehatan gratis yang dilaksanakan saat bazar ramadan di Kecamatan Pondok Aren.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, PONDOKAREN — Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) di UPT Puskesmas Pondok Kacang Timur terus berjalan setiap hari. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Kepala UPT Puskesmas Pondok Kacang Timur, Erni mengatakan, pihaknya menargetkan seluruh penduduk di wilayah tersebut mengikuti program CKG. Saat ini jumlah penduduk di wilayah Pondok Kacang Timur mencapai sekitar 68 ribu jiwa.
“Target kami setiap minggu sekitar 2.630 orang atau sekitar 439 orang per hari agar seluruh masyarakat bisa mendapatkan layanan cek kesehatan gratis,” ujarnya kepada TANGERANGEKSPRES.ID, Kamis (5/3).
Erni menambahkan, meski secara konsep program CKG dilaksanakan pada hari ulang tahun masyarakat, dalam praktiknya puskesmas tetap melayani warga yang ingin melakukan pemeriksaan meskipun tidak tepat pada tanggal ulang tahunnya.
“Misalnya ulang tahunnya bulan Juni, tapi hari ini datang untuk cek kesehatan tetap kami layani. Nanti tahun depan bisa kembali lagi melakukan CKG pada tanggal yang sama,” tambahnya.
Menurut Erni, antusiasme masyarakat terhadap program ini cukup tinggi. Saat ini rata-rata pelayanan CKG di Puskesmas Pondok Kacang Timur mencapai sekitar 50 hingga 100 orang per hari. Berbagai jenis pemeriksaan kesehatan disediakan dalam program tersebut, mulai dari pemeriksaan kolesterol, gigi, tekanan darah, hingga pemeriksaan gula darah.
Selain itu, masyarakat juga mendapatkan edukasi kesehatan serta informasi terkait kepesertaan BPJS Kesehatan. “Jika diperlukan pemeriksaan lanjutan, di puskesmas juga tersedia pemeriksaan lengkap seperti EKG, USG, serta pemeriksaan laboratorium untuk fungsi hati, ginjal, dan jantung,” jelasnya.
Wanita berkerudung ini mengaku, dalam dua bulan terakhir, tercatat sekitar 400 warga telah mengikuti program CKG. Sementara sepanjang tahun 2025 lalu, jumlah warga yang menjalani pemeriksaan kesehatan mencapai sekitar 20 ribu orang dari target 36 ribu orang. Dari hasil pemeriksaan tersebut, penyakit yang paling banyak ditemukan di masyarakat adalah diabetes dan hipertensi,” ungkapnya.
Erni menjelaskan, pola pemeriksaan kesehatan masyarakat kini mulai berubah. Jika sebelumnya masyarakat biasanya datang berobat saat sudah sakit, kini mulai beralih pada pemeriksaan kesehatan secara preventif atau pencegahan. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, pihak puskesmas juga aktif melakukan pendekatan langsung ke lingkungan warga.
“Kami membentuk tiga tim di puskesmas, masing-masing berisi 10 orang. Tim ini turun langsung ke lingkungan masyarakat dengan sistem jemput bola,” tururnya.
Kegiatan tersebut dilakukan dengan berkoordinasi bersama RT, RW, kelurahan, kader kesehatan, hingga unsur masyarakat seperti Karang Taruna dan organisasi kemasyarakatan. “Jadi masyarakat sudah tahu kapan tim kami datang, hari apa dan jam berapa. Bahkan banyak kegiatan ini juga berdasarkan permintaan masyarakat,” tutupnya. (bud)
Sumber:

