Perbaikan Kubah Al Azhom Butuh Rp60 Miliar
Masjid Raya Al Azhom memiliki lima kubah. Satu diantaranya kubah paling besar se-Asia Tenggara.--
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Masjid Raya Al-Azhom, ikon kebanggaan Kota Tangerang yang menyandang predikat sebagai masjid dengan kubah tanpa penyangga terbesar di Asia Tenggara, kini tengah menghadapi tantangan serius. Di balik kemegahan arsitekturnya, kondisi fisik kubah masjid tersebut sejak setahun lalu mengalami kebocoran yang cukup mengganggu kenyamanan jemaah.
Hal tersebut diungkapkan secara blak-blakan oleh Ketua Harian DKM Masjid Al-Azhom, KH Sofyan Rosyada, saat memberikan sambutan dalam pembukaan Ramadan Al-Azhom Festival, Sabtu (21/2).
KH Sofyan menyampaikan keprihatinan mendalam atas kondisi rumah ibadah yang menjadi pusat dakwah tersebut. Dia menyoroti kendala finansial yang dihadapi Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam melakukan renovasi. Sedangkan perbaikan kubah Masjid Al Azhom membutuhkan anggaran sebesar Rp60 miliar.
Menurutnya, keterbatasan anggaran daerah tak lepas dari kebijakan pemerintah pusat.
"Jadi ini saya sampaikan ini sebagai kritik ketua harian sebagai bentuk keprihatinan kita bersama. Apapun alasannya harus selesai tahun ini. Kita sudah 1 tahun berbicara soal ini. Di dalam rapat kerja kita sudah membahas tentang Kubah. Nah ini saya sampaikan kembali di bulan suci Ramadan ini," ujar KH Sofyan dalam sambutannya.
"Kita tahu Pemkot Tangerang tidak ada anggaran untuk ini (perbaikan kubah), karena katanya banyak potongan dari pusat. Jadi bukan salah pemerintah kota, tapi anggaran masjid jadi ikut terpotong," sambungnya.
Sofyan mendesak, perbaikan kubah Masjid Al Azhom harus tuntas tahun ini. Dia dorongan pihak terkait lebih serius menangani persoalan fisik masjid.
KH Sofyan juga mengajak pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk turut berpartisipasi dalam upaya perbaikan kubah Masjid tersebut. Sebab, estimasi biaya perbaikan yang mencapai Rp60 miliar.
"Saya minta bantuan PLN. Nanti dari Yayasan Baitul Mal PLN bisa ikut berperan donasi buat kubah. Mari kita makmurkan Al-Azhom bersama pengurus, jemaah, dan pemerintah," pungkasnya.
Melalui momentum Ramadan ini, dia berharap, kolaborasi seluruh pihak dapat segera terwujud. "Insyaallah dengan kolaborasi, perbaikan kubah bisa sukses dan masjid ini akan lebih baik secara fisik serta membawa manfaat lebih besar bagi umat di masa depan," pungkas KH Sofyan.
Masjid Al Azhom yang diklaim sebagai masjid dengan kubah terbesar di Asia Tenggara tanpa tiang penyangga.
Diketahui, pembangunannya dimulai dengan peletakan batu pertama pada 7 Juli 1997 lalu diresmikan pada 23 April 2003 oleh Menteri Agama RI saat itu, Prof. Dr. H. Said Agil Husin Almunawar, berdiri megah di atas lahan 2,25 hektar di kawasan pusat pemerintahan Kota Tangerang. Yang membuat masjid ini begitu istimewa adalah kubah utamanya. Diameternya mencapai 63,26 meter dan dibangun tanpa tiang penyangga di bagian dalam.
Saat memasuki masjid, jamah bisa melihat ruang yang luas tanpa terhalang pilar. Desainnya dirancang oleh Ir. H. Wironaya yang merupakan guru besar arsitektur di ITB dengan konsep arsitektur modern yang tetap syarat makna keislaman.
Masjid ini punya lima kubah yang melambangkan lima rukun Islam dan salat 5 waktu. Empat menaranya setinggi 55 meter melambangkan empat tiang ilmu dan empat syarat hidup bahagia.
Sumber:
