BJB NOVEMBER 2025

Krisis Sampah Jadi Ancaman Serius

Krisis Sampah Jadi Ancaman Serius

Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Ketua DPRD Kota Tangerang, Rusdi Alam, memberikan peringatan serius terkait potensi krisis sampah di Kota Tangerang. Hal ini berkaca pada persoalan yang terjadi di wilayah Tangsel, yang dilanda darurat penge­lolaan sampah.

Rusdi menegaskan, bahwa Kota Tangerang hanya tinggal menunggu waktu jika tidak segera melakukan langkah antisipasi konkret.

Saat ini, kondisi Tempat Pem­buangan Akhir (TPA) Ra­wa Kucing dilaporkan sudah hampir melampaui kapasitas (over capacity), sementara produksi sampah harian terus meningkat.

Rusdi menyoroti pudarnya semangat gotong royong di tengah masyarakat urban. Me­nurutnya, banyak warga yang hanya sekadar melapor saat terjadi penyumbatan drai­nase atau banjir akibat sedimen sampah, tanpa ada aksi nyata untuk membantu membersihkan lingkungan.

”Sangat menyedihkan jika kita hanya bisa menghujat pemerintah saat sampah ber­serakan, tapi tidak ada perge­rakan dari diri sendiri, dari masyarakat.

”Persoalan sampah tidak akan pernah beres jika hanya mengandalkan pemerintah. Kita butuh kolaborasi,” tegas Rusdi.

Beliau menekankan penting­nya memilah sampah dari sumbernya, yakni lingkungan rumah tangga di tingkat RT dan RW. Jika pengelolaan sam­pah dimulai dari rumah, beban sampah yang masuk ke TPA Rawa Kucing akan ber­kurang secara signifikan secara perlahan.

Selain penguatan kesadaran kolektif, DPRD Kota Tangerang tengah mengkaji alternatif teknologi pengolahan sampah yang telah sukses diterapkan di Kota Surabaya. Teknologi tersebut dikenal dengan sistem Pilorisis.

Keunggulan kerjasama de­ngan teknologi ini yang me­narik yaitu skema kerjasama yang ditawarkan tidak mem­bebani anggaran daerah atau APBD. Selain itu, pihak peru­sahaan mengolah tumpukan sampah lama menjadi bahan bakar minyak (BBM). Pengo­lahan sampah dengan tek­nologi Pilorisis tersebut mam­pu mengolah gunungan sam­pah yang sudah ada.

 ”Kami sudah menerima pre­sentasi dari pihak peru­sahaan. Nah, teman-teman DPRD akan melakukan studi banding ke Surabaya. Ini bisa menjadi alternatif selain ker­jasama PSEL di bawah skema Perpres baru yang dinaungi Danantara,” tambah Rusdi.

 Sebagai kota urban, lanjut Rusdi, dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk merumuskan kembali pola penanganan sampah yang lebih efektif. 

Ia berharap, warga masya­rakat bisa menumbuhkan ke­­sadaran tinggi terhadap ling­­kungan. ”Jangan sampai kita menjadi kota yang kumuh dan kotor. Kita harus belajar dari kondisi di sekitar kita agar tidak menjadi beban di masa depan. Kuncinya adalah kola­borasi antara teknologi peme­rintah dan partisipasi aktif masyarakat,” pungkasnya. (ziz)

Sumber: