BJB FEBRUARI 2026

Krisis Ekonomi Global, BI Tingkatkan Sinergitas

Krisis Ekonomi Global, BI Tingkatkan Sinergitas

Kepala KPw BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa (tengah-red), memaparkan materi dalam kegiatan Taklimat Media di Jalarasa, The Breeze BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (12/2).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Pro­vinsi Banten meningkatkan sinergitas bersama tiga pilar ke­bijakan, antara Bank In­donesia, Kantor Wilayah Direk­torat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Banten, Oto­ritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Banten, serta insan media di wilayah Banten. Langkah ini dilakukan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah krisis ekonomi global.

Sinergitas ini digelar lewat kegiatan Taklimat Media dengan tema 'Menjaga Mo­men­tum Pertumbuhan Ek­o­nomi Banten Melalui Sinergi Moneter, Fiskal dan Sektor Keuangan' di Jalarasa, The Breeze BSD, Kabupaten Tange­rang, Kamis (12/2).

Kepala KPw BI Provinsi Ban­ten, Ameriza M Moesa, menga­takan kehadiran lintas otoritas ini menjadi wujud konkret Sinergitas di daerah, dalam rangka memastikan harmo­nisasi bauran kebijakan, pe­nguat­an stabilitas sistem ke­uangan, serta akselerasi per­tumbuhan ekonomi Banten di tengah dinamika global yang masih penuh keti­dakpastian.

"Sinergi komunikasi yang selaras kepada publik juga dinilai krusial untuk mengelola ekspektasi inflasi dan menjaga optimisme pelaku usaha," katanya dalam keterangan.

Ia berharap, dengan bauran kebijakan yang terkoordinasi serta dukungan media menjadi momentum pertumbuhan ekonomi Banten, yang diha­rapkan tetap terjaga dan se­makin kuat pada tahun 2026.

Diketahui, kinerja pereko­nomian Banten sepanjang tahun 2025 menunjukkan penguatan yang solid. Secara kumulatif, ekonomi Banten tumbuh sebesar 5,37 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan capaian tahun sebelumnya serta berada di atas rata-rata pertumbuhan nasional. 

"Pertumbuhan tersebut di­topang oleh konsumsi rumah tangga yang tetap terjaga serta akselerasi investasi dan kinerja industri pengolahan," tuturnya.

Dari sisi permintaan, kon­sum­si rumah tangga tetap menjadi kontributor utama PDRB dengan pangsa lebih dari 53%, didukung oleh me­ningkatnya keyakinan konsu­men, perbaikan kondisi kete­naga­kerjaan, serta penguatan aktivitas perdagangan pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional dan akhir tahun. 

Investasi (PMTB) juga tum­buh menguat sebesar 5,15% (yoy), dengan total realisasi investasi tahun 2025 mencapai Rp130,2 triliun atau 109% dari target RKPD, menempatkan Banten sebagai provinsi de­ngan realisasi investasi ter­tinggi keempat secara nasional.

"Dari sisi eksternal, kinerja net ekspor tetap tumbuh positif sebesar 11,27% (yoy), didukung oleh ekspor nonmigas yang meningkat 7,59% serta pe­mulihan ekspor komoditas utama seperti alas kaki dan produk kimia. Hal ini me­nunjukkan daya saing industri pengolahan Banten yang tetap terjaga di tengah dinamika perekonomian global," ung­kapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelaksanaan Anggaran II Kanwil DJPb Provinsi Banten, Mohamad Zaki menuturkan kebijakan fiskal regional berperan sebagai peredam dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. 

Realisasi belanja negara di wilayah Banten mencapai Rp27,90 triliun atau 96,28 persen dari pagu, dengan fokus pada pembangunan in­frastruktur, penguatan SDM, serta perlindungan sosial untuk menjaga daya beli Masyarakat. 

"Transfer ke Daerah (TKD) juga terealisasi sebesar Rp18,72 triliun dan tumbuh 4,72% (yoy), mendukung kemandirian fiskal daerah," ungkapnya.

Asisten Direktur Pengawasan OJK Provinsi Banten, Afif Al Farisi, mengaku intermediasi perbankan tetap tumbuh positif. Kredit bank umum mencapai Rp220,06 triliun pada Desember 2025 dengan pertumbuhan 3,32 persen (yoy), sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 5,45 persen (yoy). Profil risiko perbankan tetap terjaga de­ngan NPL Gross bank umum sebesar 3,05 persen. 

Sumber: