BJB
hut bjb

Gubernur Minta Perusahaan Bantu Hadapi Tantangan

Gubernur Minta Perusahaan Bantu Hadapi Tantangan

Gubernur Banten, Andra Soni, mengukuhkan Forum TJSKBLP Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin (25/5). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Ban­ten, Andra Soni menekankan pentingnya kolaborasi nyata antara pemerintah dan dunia usaha untuk menyelesaikan berbagai persoalan daerah. 

Hal tersebut disampaikannya saat mengukuhkan pengurus Forum Tanggung Jawab Sosial, Kemitraan dan Bina Ling­kungan Perusahaan (TJSKBLP) Provinsi Banten, di Pendopo Gubernur Banten, KP3B, Senin (25/5).

Menurut Andra, tantangan yang dihadapi Provinsi Banten saat ini sangat luas, mulai dari masalah lingkungan, pen­didikan, pengangguran, ke­mis­kinan, kesehatan, hingga pemberdayaan masyarakat. Menurutnya, semua persoalan tersebut membutuhkan energi besar dan kepedulian bersama.

"Keberadaan Forum TJSK­BLP Provinsi Banten menjadi sangat penting sebagai ruang gotong royong antara pe­me­rintah dan dunia usaha untuk bersama-sama menghadirkan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Gubernur me­ng­ingatkan bahwa perusahaan tidak boleh hanya hadir se­bagai entitas ekonomi yang mengejar keuntungan. Dunia usaha harus memandang diri mereka sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah dan kehidupan sosial.

"Perusahaan bukan hanya mengejar profit, tapi juga meng­hadirkan manfaat, menumbuhkan kepedulian, men­jaga lingkungan, mem­buka kesempatan, dan ikut membangun kualitas hidup masyarakat di sekitarnya," tegasnya.

Sebaliknya, ia juga meminta masyarakat untuk bersikap adil dan tidak menaruh rasa curiga terhadap perusahaan. Hubungan kedua belah pihak harus dibangun di atas sema­ngat saling memahami, mendukung, dan menguatkan sebagai mitra pembangunan.

Dalam kesempatan itu juga, Gubernur menganalogikan strategi pembangunan Banten dengan filosofi sederhana namun mendalam, yaitu sapu lidi. Jika lidi bergerak sendiri-sendiri, maka ia akan lemah dan mudah patah. Namun, jika disatukan, ia akan menjadi ikatan kuat yang mampu mem­bersihkan banyak hal.

"Begitu pula pembangunan di Provinsi Banten. Jika peme­rintah berjalan sendiri, tentu kemampuan kami terbatas. Jika perusahaan bergerak sendiri-sendiri, dampaknya belum optimal. Banten tidak butuh superman, Banten butuh super team," tuturnya.

Menurutnya, mandeknya pembangunan sering kali bukan karena tidak adanya kemampuan, melainkan ka­rena terlalu banyak pihak yang saling mengandalkan dan saling menunggu.

Maka dari itu, Pemprov Ban­ten berkomitmen untuk terus menjaga komunikasi yang baik dengan dunia usaha dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Gubernur me­mastikan bahwa proses kola­borasi ini akan berjalan secara sehat, transparan, dan saling menguatkan.

"Forum TJSKBLP ini tidak sekadar menjadi wadah sere­monial, melainkan menjadi ruang aksi nyata yang pro­gram-programnya langsung menyentuh kebutuhan riil masyarakat, meningkatkan kualitas SDM, serta men­dorong kesejahteraan bersama di Provinsi Banten," jelasnya.

Sementara itu, Ketua Forum TJSKBLP Provinsi Banten, Jamil, mengatakan mene­kankan bahwa keberhasilan forum ini akan diukur dari dampak nyata yang dirasakan oleh tiga elemen utama pem­bangunan.

"Indikator keberhasilan sesungguhnya adalah ketika masyarakat merasakan man­faat, ketika dunia usaha mera­sa ditemani bukan malah me­ra­sa dibebani, dan ketika pe­merintah merasa dibantu bukan sebaliknya malah mera­sa ter­ganggu," katanya. (mam)

Sumber: