BJB NOVEMBER 2025

Rp35 Miliar Khusus Tangani Banjir Tangerang Raya

Rp35 Miliar Khusus Tangani Banjir Tangerang Raya

Gubernur Banten Andra Soni (tiga kiri) memimpin rapat penanganan banjir di wilayah Tangerang Raya di BLKI Provinsi Banten di Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Senin (16/1). (Tri Budi/Tangerang Ekspres)--

 

TANGERANGEKSPRES.ID, SERPONG UTARA — Pemprov Banten mengalokasikan Rp35 miliar untuk penanganan banjir di Tangerang Raya. Adapun diantara penanganan yang akan dilakukan yakni normalisasi sungai, situ dan penurapan di wilayah Villa Tomang.

 

"PUPR Banten menyiapkan anggaran sekitar Rp35 miliar untuk penanganan banjir  khusus untuk Tangerang Raya," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten Arlan Marzan, usia melakukan rapat terkait penanganan banjir di Tangerang Raya di BLKI Provinsi Banten, Kelurahan Jelupang, Kecamatan Serpong Utara, Senin (26/1).

 

Rapat yang dipimpin Gubernur Banten Andra Soni tersebut dihadiri Ketua DPRD Banten Fahmi Hakim, Wali Kota Tangerang Sachrudin, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan dan lainnya.

 

Arlan juga menyampaikan, untuk mengatasi banjir di wilayah Banten dan khususnya di Tangerang Raya, Pemprov Banten akan melakukan normalisasi Sungai Cirarab yang melintasi wilayah Kotabumi, Kabupaten Tangerang. "Besok (hari ini,red) kita akan survei dulu di Sungai Cirarap di Kotabumi, Kabupaten Tangerang," ujarnya kepada wartawan.

 

Sementara itu, Gubernur Andra Soni menambahkan, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi evaluasi banjir yang melanda Provinsi Banten, khususnya wilayah Tangerang Raya, dalam beberapa hari terakhir.

 

"Rapat ini membahas langkah-langkah pasca-banjir, sekaligus upaya mitigasi agar ke depan permasalahan banjir dapat kita kurangi. Kami tidak ingin saling menyalahkan kondisi alam atau tingginya curah hujan, tetapi justru mencari solusi bersama atas apa yang bisa kita benahi," ujarnya.

 

Andra Soni menambahkan, pihaknya sepakat bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), provinsi, bupati, dan para wali kota untuk segera mengerjakan langkah-langkah yang berdampak langsung, salah satunya normalisasi sungai.

 

Dari hasil peninjauan lapangan, ditemukan sejumlah titik penyempitan sungai serta bangunan yang tidak semestinya berada di bantaran sungai. "Terkait hal ini, kami juga meminta pandangan dari sisi hukum, termasuk kepada Kantor Wilayah Pertanahan. Insya Allah, tim teknis akan mulai menindaklanjuti mulai besok," tambahnya.

 

Menurutnya, saat ini secara umum sebagian wilayah sudah mulai surut, khususnya di Tangerang Raya dan Lebak. Namun, masih ada beberapa titik yang saat ini masih Tergenang, seperti di wilayah Rajeg dan Kronjo. Selain itu, sebagian ruas tol juga terdampak banjir.

 

Untuk mengatasi banjir, Andra Soni mengaku hingga saat belum memiliki rencana untuk membuat irigasi atau sodetan.

"Secara teknis kami belum masuk ke sana. Saat ini kami menunggu hasil kajian lapangan dari tim teknis. Nanti hasilnya akan kami sampaikan secara terbuka," jelasnya.

 

Menurutnya, penanganan untuk mengatasi banjir akan dilakukan secara intensif, termasuk koordinasi lintas wilayah dan lintas instansi. Bahkan ke depan, revisi atau penyesuaian RT/RW di beberapa kabupaten/kota juga akan menjadi bagian dari pembahasan, dengan pendampingan dari kantor wilayah terkait.

 

Menurutnya, saat ini banyak bangunan yang tidak semestinya berada di bantaran sungai. Salah satu contoh yang terlihat jelas adalah penyempitan di Sungai Cirarab. Ini fakta di lapangan yang bisa dilihat langsung dan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Pertanahan terkait status hak atas tanah tersebut.

"Walaupun memiliki hak, tetap ada kewajiban dan larangan yang harus dipatuhi," tuturnya.

 

"Inti dari pertemuan hari ini adalah menjadikan persoalan banjir ini sebagai isu bersama dan tanggung jawab bersama. Semua pihak sebenarnya sudah bekerja namun, yang perlu kita tingkatkan adalah kolaborasi dan koordinasi, agar persoalan banjir di Provinsi Banten dapat kita tangani secara lebih baik ke depan," tutupnya.

 

Ditempat yang sama, Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, penanganan banjir harus dilakukan secara terintegrasi, tidak hanya lintas kota dan kabupaten, tetapi juga melibatkan pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat.

"Dalam rapat tadi masing-masing daerah memaparkan kondisi eksisting banjir dan genangan yang terjadi beberapa hari lalu, baik di Kota Tangsel, Kabupaten Tangerang, maupun Kota Tangerang, berikut langkah-langkah penanganan yang sudah dan akan dilakukan," ujarnya.

Sumber: