Trotoar Jalan Dekat Pasar Cimanggis Penuh Sampah
Sampah menumpuk di trotoar Jalan Raya Bogor-Jakarta di dekat Pasar Cimanggis Ciputat. -Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Sampai saat ini sampah masih menjadi permasalahan besar yang harus ditangani Pemkot Tangsel. Pasalnya, TPA Cipeucang telah penuh dan tidak bisa menampung sampah lagi.
Sejak 2 bulan terakhir, terjadi penumpukan sampah disejumlah lokasi di Kota Tangsel. Salah satunga tumpukan sampah terjadi di sekitar kawasan Pasar Cimanggis Ciputat. Pemkot Tangsel sendiri telah mengangkut tumpukan sampah yang ada di pinggir Jalan Raya Jakarta-Bogor, tepatnya di depan Pasar Cimanggis, Ciputat.
Meskipun telah diangkut namun, tak lama kemudian muncul tumpukan sampah baru tak jauh dari lokasi tersebut.
Tumpukan sampah terlihat di trotoal atau pinggir jalan dekat TPBU Cimanggis yang lokasinya hanya sekitar 100 meter dari lokasi awal ada tumpukan sampah yang telah diangkut. Sampah yang dibungkus kantung plastik serta karung berjejer di lokasi pinggir jalan yang rusak.
Bahkan, tumpukan sampah tersebut tidak hanya di satu sisi trotoar saja namun, dikedua trotoar. Tak hanya, sampah juga mulai berada di pinggir jalan. Hal itu terjadi lantaran tempat pembuangan sementara sampah di didekat pasar Cimanggis ditutup dan saat ini ditutup menggunakan terpal.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, sampah-sampah yang masih menggunung di sejumlah titik telah diangkut secara bertahap. ”Saya mengimbau masyarakat menghindari membuang sampah di sejumlah titik penumpukan yang ada,” ujarnya beberapa waktu lalu.
Pria yang biasa disapa Pak Ben ini memastikan pengangkutan sampah dilakukan bertahap. Saat ini, produksi sampah di Tangsel mencapai 900 hingga 1.000 ton per hari. Dengan kondisi TPA Cipeucang yang semakin terbatas, kami memfokuskan kebijakan pada aktivasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di tingkat kecamatan untuk mengolah sampah menjadi refuse derived fuel (RDF) maupun kompos.
”Targetnya, dengan pengawasan ketat dari tim Gakkumdu dan optimalisasi TPST, beban residu yang dibuang ke luar daerah melalui skema kerja sama antar daerah (KSDD) dapat diminimalisir,” tambahnya.
Pal Ben kembali mengimbau kepada pelaku usaha dan sektor rumah tangga untuk melakukan pemilahan dari sumbernya. Pengawasan oleh tim Gakkumdu terus dilakukan secara konsisten di seluruh wilayah kecamatan.
”Ini untuk memastikan tidak ada ruang bagi munculnya titik pembuangan liar baru yang merusak ekosistem perkotaan,” tuturnya.
Sementara itu, petugas kebersihan Pasar Cimanggis bernama Udin (70) mengatakan, penumpukan sampah bukan hanya berasal dari pedagang namun, juga dari warga di luar pasar yang membuang sampah sembarangan.
”Penyebabnya karena tidak ada bak atau tong penampungan sampah untuk mereka. Sampah yang menumpuk di Jalan Raya Jalarta-Bogor dan sekitar Pasar Cimanggis sebagian besar berasal dari luar dan bukan dari pedagang pasar,” jelasnya.
Pihaknya mengaku, dengan ditutupnya tempat sampah yang ada disana sejak satu minggu lalu membuat warga memindahkan sampah ke area jalan utama. Kondisi ini menambah kekumuhan di sekitar pasar karena tumpukan sampah yang baru.
”Saya berharap Pemkot Tangsel menyediakan tempat pembuangan sementara yang jelas dan menata ulang saluran air di sekitar pasar agar jalanan tidak banjir,” tutupnya. (bud)
Sumber:

