Investasi Banten 2025 Naik ke Peringkat 4 Nasional
SAMPAIKAN: Virgojanti memaparkan capaian investasi 2025 di kantornya, belum lama ini.(Syirojul Umam/Tangerang Ekspres)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemprov Banten mencatat, realisasi investasi Provinsi Banten pada 2025 berhasil menembus angka Rp130,2 triliun. Angka ini melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat sebesar Rp119,5 triliun, atau terealisasi sebesar 108,91 persen.
Capaian tersebut secara resmi diumumkan oleh Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Perkasa Roeslani, dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Investasi dan Hilirisasi yang dihadiri secara Daring oleh Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) se-Indonesia
Dengan realisasi tersebut, Provinsi Banten sukses naik peringkat ke posisi empat tertinggi secara nasional, menggeser posisi sebelumnya di peringkat kelima. Kenaikan peringkat ini berlaku baik untuk realisasi investasi secara keseluruhan maupun pada sektor hilirisasi.
Kepala DPMPTSP Provinsi Banten, Virgojanti mengatakan, secara kumulatif total investasi Rp130,2 triliun tersebut terdiri atas Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp73,2 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar 5,2 miliar dolar AS. Khusus pada sektor hilirisasi, realisasi investasi sepanjang tahun 2025 tercatat mencapai Rp41,3 triliun.
Sementara itu, untuk periode Triwulan IV (Oktober–Desember) 2025, Banten mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp38,6 triliun. Angka ini disumbangkan oleh PMDN sebesar Rp19,3 triliun dan PMA sebesar 1,4 miliar dolar AS. ”Pada triwulan ini, sektor hilirisasi turut menyumbang angka signifikan sebesar Rp17,5 triliun, yang juga menempatkan Banten di peringkat keempat nasional untuk periode tersebut,” katanya, Minggu (18/1).
Virgojanti mengaku capaian gemilang ini merupakan buah dari sinergi seluruh pihak dalam menjaga stabilitas dan iklim investasi di Banten.”Capaian realisasi investasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh pihak dalam menjaga kondusivitas daerah. Hal ini memberikan dampak positif dan kepercayaan bagi para investor terhadap iklim investasi di Provinsi Banten,” tuturnya.
Ia berharap, tren positif ini dapat berlanjut pada tahun 2026. Peningkatan investasi diharapkan tidak hanya sekadar angka, melainkan mampu memberikan multiplier effect (efek berganda) bagi kesejahteraan masyarakat Banten.”Semoga kinerja investasi ke depan semakin berkualitas, mampu membuka lapangan kerja yang lebih luas, serta memperkuat struktura ekonomi Banten secara berkelanjutan, Investasi Tumbuh, Hilirisasi Kuat, Banten Maju,” paparnya.
Sementara itu, Asda II Provinsi Banten Budi Santoso mengatakan, pertumbuhan ekonomi Banten pada 2025 tercatat di atas rata-rata nasional sebesar 5,29 persen. Namun, penyebarannya tidak merata. ”Mungkin pertumbuhannya hanya di Banten Utara, dan selatan masih rendah,” katanya.
Maka dari itu, untuk mengatasi ketimpangan tersebut, perlu adanya kolaborasi dan sinergitas baik dengan stakeholder maupun Pemerintah Pusat, serta sektor perbankan.
Ia mengaku, Pemerintah Pusat telah memberikan dukungan melalui prioritas pembangun jalan tol Serang-Panimbang di wilayah Banten Selatan. Kemudian, adanya kereta api listrik (KRL) atau CommuterLine jalur Rangkasbitung-Tanah Abang. Selanjutnya, rencana reaktivasi kereta Rangkasbitung-Saketi-Bayah. ”Insya Allah setelah terealisasi akan mempercepat pertumbuhan untuk Banten Selatan,” jelasnya.
Selain itu, Pemprov Banten juga mengeluarkan kebijakan sebagai bentuk dukungan pertumbuhan serta pengembangan ekonomi di wilayah Banten Selatan. ”Melalui program Bang Andra dengan target (Pembangunan Jalan) 80 kilometer jalan wisata. Untuk mengangkat ekonomi di Banten Selatan,” tuturnya.(mam)
Sumber:

