BJB NOVEMBER 2025

Tunda Kehamilan, Pil KB Paling Diminati

Tunda Kehamilan, Pil KB Paling Diminati

Petugas DP3AP2KB Kota Tangsel melayani masyarakat yang melakukan KB. -DP3AP2KB Kota Tangsel For Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Alat kontrasepsi jenis pil keluarga berencana (KB) paling banyak diminati wanita selama 2025 di Kota Tangsel. Hal tersebut berda­sarkan data yang dimiliki Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengen­dalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kota Tangsel selama 2025.

Kepala DP3AP2KB Kota Tang­sel Cahyadi mengatakan, alat kon­trasepsi jenis pil paling ba­­nyak digemari wanita pada 2025. ”Target akseptor alat kon­trasepsi jenis pil KB kita tahun 2025 adalah 443 akseptor dan realisasi kita sebesar 2.671 akseptor atau 799,55 persen,” ujarnya kepada Tangerang Eks­pres, Rabu, 14 Januari 2026.

Cahyadi menambahkan, alat kontrasepsi yang tersedia di pasaran jumlahnya beragam. Mulai dari jenis suntik, Intra Uterine Device (IUD), metode operasi Wanita (MOW), Metoda Operasi Pria (MOP), implant, suntik, kondom dan pil mudah diperoleh. 

Setiap tahun pihaknya ditarget oleh BKKBN terkait Perkiraan Permintaan Masyarakat (PPM) jumlah akseptor Pada 2025. Pada 2024 target akseptor IUD 1.733 dan realiasinya 2.519 atau145,35 persen, MOW target­nya 455 dan realisasinya 832 atau 182,86 persen, MOP tar­getnya 2 dan realisasinya 12 atau 600 persen.

Selanjutnya kondom targetnya 295 dan realisasinya 1.492 atau 505,76 persen, implant target­nya 1.667 dan realisasinya 1.634 atau 98,02 persen, suntik 18.101 dan realisasinya 11.296 atau 62,41 persen. ”Terakhir pil tar­get­nya 443 dan realisasinya 2.761 atau 799,55 persen,” tam­bahnya.

Masih menurutnya, dari tahun ketahun tren penggunaan jenis KB berubah. Untuk tahun 2025 banyak wanita yang pindah dari MOW ke implant. ”Implant ini durasinya selama 3 tahun, jadi kalau pasang sekarang ma­ka akan pasang 3 tanun lagi,” tuturnya.

Cahyadi mengaku, saat ini penggunaan kontrasepsi sudah meningkat, dan dapat dilihat dari peningkatan dari tahun ketahun. Penggunaan kon­tra­sepsi paling banyak dilakukan di puskesmas dan RSU Tangsel, klinik swasta dan mobil layanan KB keliling.

Namun, bila dilihat dari usia aseptor atau orang yang mene­rima kontrasepsi, usia 21-40 tahun adalah rentang umur yang paling banyak menggu­nakan kontrasepsi. Usia ini ter­masuk dalam rentang masa produktif.

“Meski ada banyak pilihan alat kontrasepsi yang bisa digu­nakan oleh masyarakat namun, keputusan akhirnya tetap di tangan para akseptor, kontra­sepsi apa yang sesuai dengan dirinya,” tutupnya. (bud)

Sumber: