BJB NOVEMBER 2025

Tekan Curah Hujan, Pemkot Serang Upayakan Modifikasi Cuaca

Tekan Curah Hujan, Pemkot Serang Upayakan Modifikasi Cuaca

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat mengunjungi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang saat ini menjadi pusat posko Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), Selasa (13/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemkot Serang terus berupaya menekan intensitas hujan guna meminimalisir risiko banjir di wilayahnya. Salah satu langkah yang ditempuh yakni memanfaatkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang digelar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pusat.

Sebagai bentuk keseriusan, Wali Kota Serang Budi Rustandi menyambangi Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, yang menjadi pusat posko OMC, Selasa (13/1). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung pelaksanaan operasi yang bertujuan memecah awan hujan sebelum memasuki wilayah rawan banjir.

Budi menjelaskan, saat ini arah angin dominan bertiup dari barat sehingga dampak OMC yang dilakukan di wilayah Jabodetabek turut dirasakan Kota Serang. Dengan kondisi tersebut, ia berharap intensitas hujan di Kota Serang dapat berkurang dalam beberapa hari ke depan.

Menariknya, meski tidak mengeluarkan anggaran, Kota Serang tetap mendapatkan manfaat dari operasi tersebut. Pasalnya, pembiayaan OMC ditanggung oleh daerah lain seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Jika dilakukan secara mandiri, biaya operasi modifikasi cuaca bisa mencapai Rp2 -3 miliar.

“Kalau daerah lain harus bayar, kita tidak. Tapi manfaatnya tetap kita rasakan,” ujarnya.

Menurut Budi, langkah ini merupakan ikhtiar pemerintah daerah sejalan dengan arahan Gubernur Banten dalam menekan potensi bencana banjir. Ia mengakui, Kota Serang kerap terdampak banjir kiriman dari wilayah Kabupaten Pandeglang dan Lebak.

Selain faktor cuaca, Budi juga menyoroti persoalan pendangkalan sungai akibat belum optimalnya normalisasi. Ia menyebut Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) belum maksimal melakukan penanganan di sejumlah sungai yang berdampak langsung ke permukiman warga, seperti Sungai Ciwaka dan Cibanten.

Penanganan sungai, lanjut Budi, harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Ia juga mengingatkan persoalan penyempitan aliran sungai akibat bangunan liar serta kebiasaan membuang sampah sembarangan yang memperparah kondisi banjir.

“Edukasi kepada masyarakat sangat penting. Jangan sampai ada yang membangun di aliran sungai dan membuang sampah sembarangan,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Dukungan Sumber Daya Darurat BNPB Agus Riyanto mengatakan, OMC direncanakan berlangsung selama lima hari ke depan. Pelaksanaan operasi akan terus dievaluasi berdasarkan perkembangan cuaca dan rekomendasi BMKG.

"Rencana lima hari ke depan, berikutnya akan melihat situasi kondisi eskalasi cuaca dan rekomendasi dari BMKG," ujar Agus.

Jika potensi cuaca ekstrem masih terdeteksi tinggi, BNPB membuka peluang untuk memperpanjang masa operasi guna meminimalkan dampak bencana hidrometeorologi di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

"Jika potensi cuaca ekstrem masih tinggi, BNPB membuka peluang untuk memperpanjang durasi OMC tersebut," pungkasnya. (ald)

Sumber: