BJB NOVEMBER 2025

Baru 19 Kelurahan Siap Bangun Koperasi Merah Putih

Baru 19 Kelurahan Siap Bangun Koperasi Merah Putih

MELETAKAN: Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia saat meletakkan batu pertama pembangunan koperasi desa merah putih di Kelurahan Unyur, Kecamatan Serang, Selasa (6/1).-Aldi Alpian Putra/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota Serang memulai pemba­ngu­nan Koperasi Merah Putih (KMP) di tingkat kelurahan dengan melaksanakan pele­takan batu pertama di Kelu­rahan Unyur, Kecamatan Se­rang, Selasa (6/1). Dari total 67 kelurahan yang ada, baru 19 kelurahan dinyatakan siap secara aset dan perizinan un­tuk pembangunan tahap awal.

Peletakan batu pertama ter­sebut dipimpin Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, didampingi organisasi pe­rang­kat daerah terkait, khu­susnya Dinas Koperasi, UM­KM, Perindustrian dan Per­dagangan, serta unsur TNI.

Agis mengatakan, pemba­ngunan KMP merupakan wu­jud komitmen Pemerintah Kota Serang dalam mendu­kung program Presiden Re­publik Indonesia, khususnya dalam penguatan ekonomi kerakyatan berbasis koperasi. “Hari ini kami bersama OPD terkait, khususnya Dinas Ko­perasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan, serta unsur TNI, melaksanakan peletakan batu pertama Koperasi Merah Putih di tingkat kelurahan,” ujarnya. 

Ia menegaskan, sejauh ini seluruh program nasional yang dijalankan di Kota Serang berjalan dengan baik dan lan­car. Pemerintah daerah berharap pembangunan KMP dapat terus berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Ini merupakan komitmen Pemerintah Kota Serang dalam mendukung program Presiden Republik Indonesia. Alham­dulillah, seluruh program pre­siden yang dijalankan di Kota Serang sejauh ini berjalan dengan baik dan lancar. Mu­dah-mudahan terus berke­lanjutan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Ko­perasi Dinas Koperasi, UM­KM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Serang, Ratu Anne, menjelaskan bah­wa saat ini terdapat 19 kelu­rahan yang telah siap secara aset dan perizinan untuk pe­laksanaan pembangunan KMP. 

“Untuk percepatan pelak­sanaan, pembangunan Kope­rasi Merah Putih akan dibantu oleh unsur TNI. Kami juga terus turun ke lapangan untuk mencari dan menginventa­risasi aset-aset yang dapat dimanfaatkan,” jelasnya.

Ia menambahkan, pemba­ngu­nan tahap awal merupakan klaster pertama dengan luas aset antara 600 hingga 1.000 meter persegi. Pembangunan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap melalui klas­ter-klaster berikutnya, me­nyesuaikan kesiapan aset dan perizinan di masing-masing kelurahan.

Anne mengungkapkan, KMP sejatinya telah terbentuk di seluruh 67 kelurahan di Kota Serang. Namun, baru 19 ke­lurahan yang dinilai siap untuk pembangunan fisik. Sisanya masih dalam proses, terutama terkait perizinan dan kesiapan lahan. 

“Kendala yang dihadapi di antaranya lokasi lahan yang kurang strategis dan belum memenuhi ketentuan teknis. Sesuai aturan, luas minimal lahan harus 30 x 20 meter. Ada juga lahan yang secara administrasi sudah jelas, na­mun secara fisik masih mem­butuhkan pengurugan atau perataan,” ungkapnya.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihaknya telah ber­koordinasi dengan Dinas PU­PR dan Dinas Lingkungan Hidup agar dapat membantu proses perataan lahan meng­gunakan alat berat.

Terkait anggaran, Anne men­jelaskan bahwa sumber pen­danaan pembangunan KMP berasal dari DBA, DBH, dan DAU. Pada tahap awal, pelak­sanaan pembangunan bekerja sama dengan PT Agrinas yang ditunjuk langsung oleh Ke­menterian Koperasi, sehingga surat perintah kerja diterbitkan oleh kementerian terkait. 

“Untuk tahap awal, kami memanfaatkan aset peme­rintah, baik aset pemerintah daerah, TNI, Polri, hingga aset kementerian dan BUMN. Un­tuk pembelian lahan milik warga belum dilakukan karena masih menunggu petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis,” katanya.

Ia menilai, keberadaan KMP ke depan akan memiliki man­faat besar bagi masyarakat. Seluruh bantuan pemerintah pusat nantinya akan disalurkan melalui koperasi, termasuk penyaluran produk-produk bersubsidi seperti gas dan minyak goreng.

Sumber: