BJB NOVEMBER 2025

BPJT Diminta Segera Besarkan Gorong-gorong Tol

BPJT Diminta Segera Besarkan Gorong-gorong Tol

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di wilayah sepanjang bawah jalan tol Tangerang-Merak, yang digelar di Aula Setda lantai 1 Pemerintah Kota Serang, Senin (5/1).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera melakukan pembesaran go­rong-gorong atau crossing air di bawah jalan tol yang dinilai menjadi penyebab utama terja­dinya banjir di sejumlah wila­yah Kota Serang. 

Per­mintaan tersebut dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi pena­nganan banjir di wilayah sepan­jang bawah jalan tol Tangerang-Merak, yang digelar di Aula Setda lantai 1 Pemerin­tah Kota Serang, Senin (5/1).

Budi menegaskan, persoalan banjir yang kerap berulang tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Salah satu titik krusial berada pada crossing di bawah jalan tol yang saat ini memiliki dimensi terlalu kecil untuk menampung debit air, terutama saat curah hujan tinggi. 

“Pemerintah Provinsi Banten bersama BPJT yang memiliki kewenangan di lokasi tersebut sudah melakukan kajian. Saat ini diameter crossing di bawah jalan tol hanya sekitar 82 senti­meter, dan itu jelas tidak memadai,” ujar Budi.

Berdasarkan hasil kajian dari Pemerintah Provinsi, lanjut Budi, dibutuhkan crossing dengan diameter sekitar dua meter agar aliran air dari hulu dapat mengalir lancar menuju saluran pembuangan tanpa tertahan di bawah jalan tol. Perencanaan tersebut diharap­kan dapat segera direalisasikan oleh pihak yang berwenang dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Serang.

“Perencanaan ini insya Allah akan direalisasikan dan diba­ngun tahun ini. Kami berharap pelaksanaannya bisa segera berjalan, sehingga seluruh sis­tem penanganan banjir dapat dilakukan secara bersamaan. Ketika debit air hujan tinggi, air bisa langsung mengalir tanpa terjadi genangan atau luapan,” tegasnya.

Menurut Budi, terdapat sedikit­nya tiga titik crossing di bawah jalan tol yang meng­alami penyempitan. Seluruh aliran air dari wilayah hulu bermuara ke titik-titik tersebut. Jika dimensinya tidak diper­besar, maka air akan tertahan, meluap, dan kembali mengge­nangi permukiman warga.

“Ini menjadi keharusan. Banjir yang terus berulang sangat melelahkan dan berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu saya menegaskan, realisasi pembesaran crossing ini harus dilakukan tahun ini,” katanya.

Di sisi lain, BPJT menyatakan pada prinsipnya mendukung usulan penanganan banjir yang disampaikan Pemerintah Kota Serang. 

Kepala Bidang Pemantauan dan Pemeliharaan Aset BPJT, Agung, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terha­dap sejumlah titik yang diusul­kan. “Terdapat lima titik yang diusulkan untuk penanganan banjir. Seluruhnya akan kami kaji terlebih dahulu, terutama dari sisi lokasi dan dampaknya,” ujarnya.

Agung menjelaskan, pena­nganan banjir tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan tol, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara kom­prehensif dan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kewenangan di kawasan tersebut.

Ia menambahkan, setiap pekerjaan fisik harus melalui tahapan perencanaan agar tidak menimbulkan dampak baru di wilayah lain. BPJT akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Bappeda, serta mela­kukan koordinasi internal di tingkat pusat sebelum pelak­sanaan dilakukan.

“Penanganan ini tidak berkait­an dengan rencana pelebaran jalan tol. Fokus kami murni pada upaya penanganan banjir. Jika seluruh kelengkapan admi­nistrasi dan desain teknis sudah terpenuhi, maka pelaksanaan dapat segera dilakukan apabila memang menjadi solusi yang efektif,” pungkasnya. (ald)

Sumber: