BPJT Diminta Segera Besarkan Gorong-gorong Tol
Wali Kota Serang Budi Rustandi saat memimpin rapat koordinasi penanganan banjir di wilayah sepanjang bawah jalan tol Tangerang-Merak, yang digelar di Aula Setda lantai 1 Pemerintah Kota Serang, Senin (5/1).--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Wali Kota Serang Budi Rustandi meminta Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) segera melakukan pembesaran gorong-gorong atau crossing air di bawah jalan tol yang dinilai menjadi penyebab utama terjadinya banjir di sejumlah wilayah Kota Serang.
Permintaan tersebut dibahas secara khusus dalam rapat koordinasi penanganan banjir di wilayah sepanjang bawah jalan tol Tangerang-Merak, yang digelar di Aula Setda lantai 1 Pemerintah Kota Serang, Senin (5/1).
Budi menegaskan, persoalan banjir yang kerap berulang tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Salah satu titik krusial berada pada crossing di bawah jalan tol yang saat ini memiliki dimensi terlalu kecil untuk menampung debit air, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pemerintah Provinsi Banten bersama BPJT yang memiliki kewenangan di lokasi tersebut sudah melakukan kajian. Saat ini diameter crossing di bawah jalan tol hanya sekitar 82 sentimeter, dan itu jelas tidak memadai,” ujar Budi.
Berdasarkan hasil kajian dari Pemerintah Provinsi, lanjut Budi, dibutuhkan crossing dengan diameter sekitar dua meter agar aliran air dari hulu dapat mengalir lancar menuju saluran pembuangan tanpa tertahan di bawah jalan tol. Perencanaan tersebut diharapkan dapat segera direalisasikan oleh pihak yang berwenang dengan dukungan penuh dari Pemerintah Kota Serang.
“Perencanaan ini insya Allah akan direalisasikan dan dibangun tahun ini. Kami berharap pelaksanaannya bisa segera berjalan, sehingga seluruh sistem penanganan banjir dapat dilakukan secara bersamaan. Ketika debit air hujan tinggi, air bisa langsung mengalir tanpa terjadi genangan atau luapan,” tegasnya.
Menurut Budi, terdapat sedikitnya tiga titik crossing di bawah jalan tol yang mengalami penyempitan. Seluruh aliran air dari wilayah hulu bermuara ke titik-titik tersebut. Jika dimensinya tidak diperbesar, maka air akan tertahan, meluap, dan kembali menggenangi permukiman warga.
“Ini menjadi keharusan. Banjir yang terus berulang sangat melelahkan dan berdampak langsung kepada masyarakat. Karena itu saya menegaskan, realisasi pembesaran crossing ini harus dilakukan tahun ini,” katanya.
Di sisi lain, BPJT menyatakan pada prinsipnya mendukung usulan penanganan banjir yang disampaikan Pemerintah Kota Serang.
Kepala Bidang Pemantauan dan Pemeliharaan Aset BPJT, Agung, mengatakan pihaknya akan melakukan kajian terhadap sejumlah titik yang diusulkan. “Terdapat lima titik yang diusulkan untuk penanganan banjir. Seluruhnya akan kami kaji terlebih dahulu, terutama dari sisi lokasi dan dampaknya,” ujarnya.
Agung menjelaskan, penanganan banjir tidak hanya berkaitan dengan infrastruktur jalan tol, tetapi juga dipengaruhi oleh perubahan tata guna lahan yang cukup signifikan. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara komprehensif dan melibatkan berbagai pihak yang memiliki kewenangan di kawasan tersebut.
Ia menambahkan, setiap pekerjaan fisik harus melalui tahapan perencanaan agar tidak menimbulkan dampak baru di wilayah lain. BPJT akan berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Bappeda, serta melakukan koordinasi internal di tingkat pusat sebelum pelaksanaan dilakukan.
“Penanganan ini tidak berkaitan dengan rencana pelebaran jalan tol. Fokus kami murni pada upaya penanganan banjir. Jika seluruh kelengkapan administrasi dan desain teknis sudah terpenuhi, maka pelaksanaan dapat segera dilakukan apabila memang menjadi solusi yang efektif,” pungkasnya. (ald)
Sumber:

