Kemarau, Dinkes Minta Warga Waspadai ISPA
Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni saat diwawancarai, Rabu (8/7). -Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang memastikan kondisi penyebaran penyakit selama musim kemarau masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap penyakit yang berkaitan dengan saluran pernapasan, pencernaan, dan lingkungan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang, Dini Anggraeni, mengatakan hasil pemantauan tren penyakit mingguan menunjukkan sejumlah kasus mengalami pola naik turun, namun sebagian besar masih dapat dikendalikan.
“Dari pantauan tren mingguan, kondisi penyakit di Kota Tangerang selama musim kemarau masih relatif terkendali. Namun, tetap perlu diwaspadai karena beberapa penyakit menunjukkan pola yang fluktuatif,” ujarnya, Rabu (8/7).
Ia menjelaskan, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi penyakit yang paling banyak ditemukan dibandingkan penyakit lainnya. Selain ISPA, sejumlah penyakit yang masih dipantau antara lain diare akut, suspek demam tifoid atau tifus, suspek demam dengue (DBD), pneumonia, serta influenza-like illness (ILI) atau penyakit dengan gejala menyerupai influenza.
“Kasus ISPA ini masih menjadi yang paling dominan dibandingkan penyakit lainnya. Selain itu ada diare akut, suspek tifoid, suspek dengue, pneumonia, dan infeksi influenza-like illness yang masih ditemukan secara konsisten di fasilitas pelayanan kesehatan,” katanya.
Menurutnya, dalam empat pekan terakhir, sebagian besar penyakit tersebut cenderung mengalami penurunan meskipun tetap terdapat beberapa kasus yang mengalami peningkatan ringan sehingga perlu terus dipantau.
Selain itu, kata dia, Dinkes Kota Tangerang telah menyiapkan langkah antisipasi melalui sistem kewaspadaan dan respons penyakit di tingkat puskesmas. Pemantauan dilakukan secara rutin melalui surveilans mingguan untuk melihat perkembangan kasus di masyarakat.
“Di puskesmas sudah ada sistem kewaspadaan respons terhadap penyakit-penyakit seperti ini. Ada pemantauan kasus secara rutin melalui surveilans mingguan,” jelasnya.
Selain pemantauan, tenaga kesehatan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus dengan gejala berat, seperti ISPA berat, dehidrasi akibat diare, demam tinggi, tanda bahaya DBD, serta pneumonia atau radang paru.
Dinkes juga memastikan fasilitas kesehatan tetap memiliki ketersediaan obat-obatan dasar, cairan rehidrasi oralit, obat simptomatik, serta jalur rujukan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.
“Rumah sakit kita siapkan untuk menangani kasus yang membutuhkan perawatan lebih lanjut, terutama pneumonia, DBD dengan tanda bahaya, diare dengan dehidrasi sedang sampai berat, dan tifus dengan komplikasi,” ucapnya.
Ia menambahkan, koordinasi antara puskesmas, rumah sakit, dan Dinas Kesehatan terus dilakukan apabila ditemukan peningkatan kasus di wilayah tertentu.
Untuk mencegah meningkatnya penyakit selama musim kemarau, Dini mengimbau masyarakat menjaga pola hidup sehat. Warga diminta memperbanyak konsumsi air putih untuk mencegah dehidrasi, mengurangi aktivitas di luar ruangan saat cuaca sangat panas atau kualitas udara memburuk, serta menggunakan masker saat berada di lokasi berdebu atau berasap.
“Masyarakat kami imbau untuk memperbanyak minum air putih supaya tidak dehidrasi. Kurangi aktivitas luar ruangan kalau cuacanya sangat panas atau kualitas udaranya buruk. Kalau terpaksa, gunakan masker bila berada di tempat yang berdebu atau berasap,” katanya.
Sumber:

