Pengamanan Ramadan, 18 Lokasi Rawan Jadi Perhatian
AMAN: Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah berupaya agar suasana ramadan di Kabupaten Tangerang aman dan nyaman.(Dok. Polresta Tangerang)--
TANGERANGEKSPRES.ID, TIGARAKSA — Pihak Polresta Tangerang memastikan keamanan di wilayah hukum Kabupaten Tangerang selama bulan Ramadan berlangsung kondusif. Untuk memastikan hal tersebut berlangsung, Polresta Tangerang melakukan pemetaan lokasi rawan.
Hal ini dikemukakan Kapolresta Tangerang Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah yang mengatakan, pemetaan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi dini terhadap berbagai potensi kerawanan, mulai dari aksi tawuran, perang sarung, hingga tindak kriminalitas jalanan yang kerap meningkat saat Ramadan.
Menurutnya, sejumlah wilayah yang masuk kategori rawan tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Cisoka, Pasar Kemis, Cikupa, Balaraja, Tigaraksa, Panongan, dan Mauk.
Selain itu, aparat juga mengidentifikasi titik-titik yang kerap dijadikan arena balap liar, seperti di kawasan Jalan Baru Pemda depan Millennium, Taman Adiyasa Solear, serta Jalan Raya Tanjakan Rajeg.
”Ramadan harus menjadi momentum ibadah yang aman dan nyaman. Karena itu, kami melakukan langkah pencegahan lebih awal melalui pemetaan dan peningkatan patroli,” ujarnya.
Polresta Tangerang berencana mengerahkan personel dalam jumlah besar untuk melakukan patroli rutin, terutama pada waktu-waktu rawan seperti menjelang berbuka puasa hingga dini hari. Penempatan anggota juga akan difokuskan pada titik simpul keramaian dan persimpangan jalan.
Selain patroli darat, pengawasan di ruang digital turut diperkuat. Aparat akan memantau aktivitas media sosial guna mendeteksi potensi ajakan tawuran maupun gangguan keamanan lainnya.
Polresta Tangerang juga mencatat adanya sembilan pusat aktivitas masyarakat saat waktu berbuka puasa, seperti kawasan Citra Raya, Pusat Pemerintahan Kabupaten Tangerang, dan Telaga Bestari. Di lokasi tersebut, pengamanan akan diperketat untuk mengantisipasi kepadatan dan potensi gangguan ketertiban.
Andi menegaskan, bahwa pendekatan yang dilakukan tidak hanya bersifat represif, tetapi juga preventif dan preemtif, dengan mengedepankan cara-cara humanis.
Ia pun mengajak masyarakat untuk ikut menjaga lingkungan masing-masing agar situasi selama Ramadan tetap aman dan kondusif.
”Keamanan adalah tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis Ramadan tahun ini dapat berjalan tertib dan penuh keberkahan,” katanya.(sep)
Sumber:
