SPPG Diminta Jaga Kualitas MBG
Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman usai meresmikan SPPG Sukasari, di Jalan Veteran, Kecamatan Tangerang, Selasa 27 Januari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -
Sementara itu, Kepala SPPG Sukasari Tangerang, Muhammad Ghazy Al-Ghaffari mengatakan, pihaknya menyiapkan 3000 porsi MBG untuk penerima manfaat.
Dikatakan Ghazy, bahwa operasional dapur sudah berjalan sejak 8 Januari lalu. Saat ini, layanan difokuskan pada dua sekolah menengah, yakni SMPN 16 Kota Tangerang dan SMKN 4 Tangerang.
”Penerima manfaat kita saat ini adalah siswa SMPN 16, SMKN 4 dan para gurunya. Total mencapai sekitar 3.000 porsi per hari,” ujar Ghazy
Selain menyasar lingkungan sekolah, SPPG Sukasari Tangerang tersebut memiliki cadangan sekitar 100 porsi ekstra yang diprioritaskan untuk kelompok masyarakat rentan di sekitar lokasi pelayanan.
”Sebanyak 100 porsi ini kami prioritaskan untuk kategori Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita,” katanya.
Salah satu aspek penting dari program unggulan Presiden Prabowo Subianto ini adalah keterlibatan warga setempat. SPPG Sukasari mempekerjakan total 50 personel, yang terdiri dari 47 Relawan yang direkrut dari warga sekitar, terutama masyarakat dengan tingkat ekonomi Desil 1 dan Desil 2.
”SPPG disini merekrut ibu-ibu warga sekitar yang tingkat ekonomi masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Kemudian tiga orang tenaga ahli yakni Kepala SPPG saya sendiri, Akuntan, dan Ahli Gizi,” papar Ghazy.
Ghazy mengakui adanya tantangan awal, terutama bagi para ibu-ibu relawan yang biasanya hanya memasak untuk keluarga. Namun, mereka kini harus menyiapkan ribuan porsi.
”Awalnya sempat kaget karena harus masak untuk 3.000 porsi, tapi setelah berjalan dua minggu, para relawan sudah mulai terbiasa,” ungkapnya.
Untuk menjaga kualitas, SPPG menerapkan standar ketat (SLHS) mulai dari seleksi kesehatan relawan hingga pengecekan bahan baku. Menu makanan disusun setiap dua minggu sekali melalui komunikasi intensif dengan pemasok (supplier) bahan pangan seperti beras, ayam, tahu dan lainnya.
”Kami sudah buat MoU dengan supplier. Jika bahan yang datang tidak bagus, langsung kami kembalikan. Pengecekan dilakukan berlapis oleh saya sendiri, akuntan, ahli gizi, hingga juru masak.” tegas Gazi.
Dia menambahkan, menjelang bulan suci Ramadan ini, SPPG Sukasari telah menyiapkan skema khusus sesuai arahan Badan Gizi Nasional (BGN). Program makan bergizi dipastikan akan tetap berjalan dengan penyesuaian menu yang lebih tahan lama hingga 12 jam agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.
”Untuk Ramadan, kami akan mengirimkan makanan yang tahan lama agar bisa dimakan saat azan Maghrib. Kemungkinan besar didominasi makanan kering dan buah-buahan,” pungkasnya. (ziz/esa)
Sumber:

