BJB NOVEMBER 2025

SPPG Diminta Jaga Kualitas MBG

SPPG Diminta Jaga Kualitas MBG

Sekda Kota Tangerang Herman Suwarman usai meresmikan SPPG Sukasari, di Jalan Veteran, Kecamatan Tangerang, Selasa 27 Januari 2026.-Abdul Aziz Muslim/Tangerang Ekspres -

Sementara itu, Kepala SPPG Sukasari Tangerang, Muham­mad Ghazy Al-Ghaffari me­nga­takan, pihaknya menyiap­kan 3000 porsi MBG untuk penerima manfaat.

Dikatakan Ghazy, bahwa operasional dapur sudah ber­jalan sejak 8 Januari lalu. Saat ini, layanan difokuskan pada dua sekolah menengah, yakni SMPN 16 Kota Tangerang dan SMKN 4 Tangerang.

”Penerima manfaat kita saat ini adalah siswa SMPN 16, SMKN 4 dan para gurunya. Total mencapai sekitar 3.000 porsi per hari,” ujar Ghazy 

Selain menyasar lingkungan sekolah, SPPG Sukasari Tange­rang tersebut memiliki ca­dangan sekitar 100 porsi ekstra yang diprioritaskan untuk ke­lompok masyarakat rentan di sekitar lokasi pelayanan. 

”Sebanyak 100 porsi ini kami prioritaskan untuk kategori Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita,” katanya.

Salah satu aspek penting dari program unggulan Presi­den Prabowo Subianto  ini adalah keterlibatan warga se­tempat. SPPG Sukasari mem­­pekerjakan total 50 per­sonel, yang terdiri dari 47 Re­­lawan yang direkrut dari warga sekitar, terutama masya­rakat dengan tingkat ekonomi Desil 1 dan Desil 2.

”SPPG disini merekrut ibu-ibu warga sekitar yang tingkat ekonomi masuk kategori Desil 1 dan Desil 2. Kemudian tiga orang tenaga ahli yakni Kepala SPPG saya sendiri, Akuntan, dan Ahli Gizi,” papar Ghazy.

Ghazy mengakui adanya tan­tangan awal, terutama bagi para ibu-ibu relawan yang biasanya hanya memasak un­tuk keluarga. Namun, me­reka kini harus menyiapkan ribuan porsi. 

”Awalnya sempat kaget ka­rena harus masak untuk 3.000 porsi, tapi setelah berjalan dua minggu, para relawan sudah mulai terbiasa,” ung­kapnya.

Untuk menjaga kualitas, SP­PG menerapkan standar ketat (SLHS) mulai dari seleksi kesehatan relawan hingga pengecekan bahan baku. Me­nu makanan disusun setiap dua minggu sekali melalui komunikasi intensif dengan pemasok (supplier) bahan pangan seperti beras, ayam, tahu dan lainnya.

”Kami sudah buat MoU de­ngan supplier. Jika bahan yang datang tidak bagus, langsung kami kembalikan. Pengecekan dilakukan berlapis oleh saya sendiri, akuntan, ahli gizi, hing­ga juru masak.” tegas Gazi.

Dia menambahkan, menje­lang bulan suci Ramadan ini, SPPG Sukasari telah menyiap­kan skema khusus sesuai ara­han Badan Gizi Nasional (BGN). Program makan bergizi dipastikan akan tetap berjalan dengan penyesuaian menu yang lebih tahan lama hingga 12 jam agar bisa dikonsumsi saat berbuka puasa.

”Untuk Ramadan, kami akan mengirimkan makanan yang tahan lama agar bisa dimakan saat azan Maghrib. Kemung­kinan besar didominasi ma­kanan kering dan buah-bua­han,” pungkasnya. (ziz/esa)

Sumber: