BJB NOVEMBER 2025

57.528 Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi

57.528 Warga Terdampak Bencana Hidrometeorologi

Sejumlah petugas BPBD Banten tengah mengevaluasi warga yang terdampak banjir di Tangerang, belum lama ini. (BPBD FOR TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat, sebanyak 57.528 warga Banten terdampak bencana hidrometeorologi. Mulai dari banjir, longsor, pergerakan tanah, hingga cuaca ekstrim.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Luthfi Mujahidin mengatakan, sejak 21-25 Januari 2026 hujan dengan intensitas tinggi mengguyur Provinsi Banten, dan mengakibatkan bencana hidrometeorologi. Akibatnya 63 kelurahan atau desa dengan 57.528 warga terdampak.

“Total yang terdampak itu ada 17.844 KK atau 57 ribuan warga di beberapa daerah yang ada di Banten,” katanya lewat pesan Whats App, Selasa (27/1).

Luthfi memaparkan, beberapa daerah yang terdampak bencana yaitu, Kabupaten Pandeglang dengan bencana banjir yang terjadi di enam kecamatan, longsor empat kecamatan, cuaca ekstrim 10 kecamatan. 

Selanjutnya di Kabupaten Serang bencana banjir terjadi di 10 kecamatan, dan longsor di tiga kecamatan. Kabupaten Tangerang bencana banjir terjadi di 27 kecamatan.  Kemudian Kota Tangerang banjir di 11 kecamatan, longsor dua kecamatan, dan cuaca ekstrim di empat kecamatan. 

Berikutnya di Kabupaten Lebak terjadi bencana cuaca ekstrim yang menimpa dua kecamatan, dan tanah longsor atau pergerakan tanah terjadi di tiga kecamatan. Kota Tangerang Selatan, bencana banjir menimpa pada enam kecamatan.

“Beberapa hari yang lalu curah hujan cukup tinggi, dan mengakibatkan bencana yang cukup besar, khususnya di wilayah Tangerang Raya,” ujarnya.

Ia memaparkan, banjir terbesar terjadi di wilayah Tangerang Raya. Hal ini diakibatkan oleh curah hujan yang tinggi, drainase yang kurang memadai, sumbatan sampah di saluran air, hingga enyempitan dan pendangkalan sungai.

Sejak terjadi hujan dengan intensitas tinggi seluruh BPBD yang ada di Banten terus siaga melakukan penanggulangan bencana. Bahkan pihaknya pun telah melakukan beberapa langkah, mulai dari membantu BPBD kabupaten/kota dengan mengerahkan 60 personel, pendirian tenda pengungsi, pendirian dapur umum dari dinas sosial, memberikan bantuan logistik, dan evakuasi warga yang terdampak bencana.

“Kami juga melakukan penyedotan genangan air yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk juga memberikan informasi kebencanaan lewat web milik kita,” paparnya. 

Namun saat ditanya jumlah kerugian akibat bencana hidrometeorologi, Luthfi mengaku belum mendapat laporan dari masing-masing BPBD kabupaten/kota. "Sampai saat ini belum ada laporan baru ada laporan jumlah yang terdampak bencana, jadi kita tunggu," jelasnya.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan bahwa pihaknya akan menindaklanjuti atau evaluasi bencana banjir di Provinsi Banten, dengan menetapkan normalisasi sungai sebagai prioritas utama penanganan.

"Kami berupaya mengkoordinasikan langkah-langkah pascabanjir agar ke depannya permasalahan banjir dapat dimitigasi bersama. Kami melibatkan semua pihak untuk mencari solusi agar kondisi ini segera teratasi," katanya.

Andra mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan rapat yang berfokus pada upaya kolektif dalam menangani banjir melalui kolaborasi lintas sektor.

Sumber: