Maret, 54 KKMP Ditarget Aktif
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan (dua kiri) menyerahkan peralatan budidaya maggot kepada pengurus bank sampah di Kelurahan Pamulang Timur.-Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres -
TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Dari total 54 Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) di Kota Tangel, sebanyak 32 KKMP sudah berjalan aktif dan operasional.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel Bachtiar Priambodo mengatakan, KKMP yang sudah aktif tersebut sebagian besar telah melakukan launching. Namun demikian, KKMP yang belum launching juga tidak menjadi persoalan, selama sudah melaporkan ke Dinas Koperasi bahwa mereka telah aktif beserta lokasi operasionalnya.
“Yang penting mereka memberitahu Dinkop bahwa sudah aktif dan di mana lokasinya. Launching atau tidak, itu bukan masalah utama,” ujarnya kepada Tangerang Ekspres, Kamis (29/1).
Bachtiar menambahkan, KKMP yang belum aktif rata-rata masih dalam tahap persiapan. Pihaknya telah menggelar rapat khusus bagi KKMP yang masih masuk zona merah, untuk melakukan pembenahan mulai dari kesiapan usaha, sosialisasi kepada keluarga dan lingkungan, hingga penguatan internal.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah kesiapan dan kelengkapan pengurus. Banyak pengurus KKMP yang tidak memiliki latar belakang perkoperasian. “Itu yang jadi PR kita. Karena itu, kita berikan pendampingan dan saya sudah menugaskan masing-masing staf sebagai penanggung jawab untuk setiap KKMP,” tambahnya.
Menurutnya, Pemkot Tangsel menargetkan seluruh 54 KKMP sudah aktif dan berjalan pada Maret 2026, sesuai dengan target pemerintah pusat. Sejak Juli 2025 hingga saat ini, tercatat sudah ada sekitar 3.800 anggota yang tergabung dalam 32 KKMP aktif.
KKMP dengan jumlah anggota terbanyak saat ini berada di Kelurahan Pondok Aren, dengan jumlah anggota mencapai sekitar 600 orang. Seluruh KKMP di Kota Tangsel juga dipastikan telah memiliki badan hukum, sehingga secara struktur kepengurusan sebenarnya sudah terbentuk.
Namun, persoalan yang masih dihadapi di sejumlah KKMP adalah belum adanya atau masih minimnya jumlah anggota. “Padahal koperasi itu konsepnya dari anggota, oleh anggota, untuk anggota. Kalau tidak ada anggota, nanti pemasaran dan perputaran usahanya juga akan sulit,” jelasnya.
Saat ini terdapat 7 jenis usaha yang dapat dijalankan oleh KKMP. Meski demikian, seluruh KKMP disarankan untuk menjalankan usaha sembako, dan hingga kini seluruh 32 KKMP aktif sudah menjalankan usaha sembako.
Beberapa KKMP yang dinilai berjalan baik antara lain KKMP Pondok Aren, Cempaka Putih dan Pakulonan. Khusus KKMP Cempaka Putih, omset usahanya telah mencapai sekitar Rp30 juta, serta telah menjalin kerja sama dengan ekonomi lokal, seperti peternak telur setempat.
Ke depan, KKMP dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi pemasok Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Satu SPPG diperkirakan dapat melayani hingga 3.500 orang per hari, sehingga membutuhkan pasokan beras, telur, dan kebutuhan pangan lainnya dalam jumlah besar setiap hari.
“Potensinya sangat besar, tapi kembali lagi tergantung kesiapan masing-masing KKMP,” tutulnya. (bud)
Sumber:

