Imbau Siswa Tak Ikut Demo, Kapolres Tangsel Datangi SMK Sasmita

Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Inkiriwang (tengah) berbincang dengan kepala SMK Sasmita Jaya 1 dan 2 serta guru saat berkunjung, Rabu, 27 Agustus 2025 sore. -(Tri Budi Sulaksono/Tangerang Ekspres)-
TANGERANGEKSPRES.ID, PAMULANG — Kapolres Tangsel AKBP Victor Daniel Inkiriwang mengunjungi SMK Sasmita Jaya 1 yang ada di Pamulang, Rabu, 27 Agustus 2025 sore.
Dengan didampingi Waka Polsek Pamulang Iptu Mulyadi, Victor bertemu dengan Kepala SMK Sasmita Jaya 1 Suprihatin dan Kepala SMK Sasmita Jaya 2 Siti Zubaedah serta sejumlah guru sekolah tersebut.
Victor datang untuk bersilaturahmi kepada kepala sekolah dan guru-guru untuk menyampaikan program Cegah Tawuran Pelajar (Cetar) yang kemudian disampaikan kepada para siswa. Selain itu, Kapolres juga mengimbau kepada kepala sekolah dan guru agar para siswa tidak diperbolehkan mengikuti aksi atau unjuk rasa yang beberapa hari terjadi dan melibatkan remaja atau pelajar.
Kapolres AKBP Victor Daniel Inkiriwang mengatakan, anak-anak atau pelajar merupakan generasi emas menghadapi Indonesia maju. Pihaknya tidak hanya mengunjungi SMK Sasmita Jaya 1 dan 2 namun, juga beberapa sekolah lain.
”Ini atensi dari Kapolri dan Kapolda. Besok (hari ini) rencana akan ada aksi di DPR RI dan demo pada 25 Agustus lalu sangat disesalkan lantaran melihat banyak anak-anak yang seharusnya mereka masih bersekolah tapi, ikut terlibat dan bahkan melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum,” ujarnya, Rabu, 27 Agustus 2025 sore.
Victor berharap dan mohon bantuan dari pihak sekolah untuk menjaga anak-anak yang ada di SMK Sasmita Jaya 1 dan 2. Jangan sampai ada anak-anak yang ikut demo karena, pihaknya tidak tega melihat mereka terprovokasi dan melakukan tindakan yang melanggar aturan hukum, melakukan perlawanan kepada petugas yang harusnya bertugas menjaga kamtibmas.
”Saya berharap pihak sekolah untuk mengawasi siswa dan libatkan orangtua. Dimana mekanisme mereka datang ke sekolah, pulang sekolah apakah dijemput dan dipastikan pulang sekolah tidak kemana-mana. Jangan sampai bolos, ikut tawuran atau demo atau ikut kegiatan yang melanggar aturan hukum,” tambahnya.
Victor mengaku, pihaknya datang ke sekolah-sekolah untuk mendekatkan diri kepada guru, kepala sekolah dan memberikan imbauan. Imbauan supaya anak-anak kita, adik-adik kita, para pelajar, siswa-siswa itu, supaya mereka tidak terlibat kegiatan-kegiatan yang negatif, kegiatan-kegiatan yang melanggar aturan hukum.
”Khususnya agar mereka itu tidak terlibat atau tidak terpancing atau mungkin digunakan oleh kelompok-kelompok orang tertentu untuk mengikuti kegiatan-kegiatan yang kemudian dapat menimbulkan sesuatu hal yang negatif. Contohnya, imbauannya ikut dalam kegiatan demo atau unras, kegiatan tawuran, kegiatan-kegiatan yang terlibat dengan komplotan atau gangster,” jelasnya.
Menurutnya, pihaknya mendekatkan diri kepada guru dan kepala sekolag supaya bisa tahu apa kendala atau masalahnya yang dihadapi oleh sekolah. ”Dari kepolisian, kita akan membantu sekolah untuk kemudian mengamankan, menertibkan, ataupun bila ada masalah-masalah sekolah yang lain yang menjadi tugas pokok dan kewenangannya polisi, kita akan bantu,” tuturnya.
Terkait sanksi, Victor mengaku bagi pelajar yang terlibat atau mengikuti demo atau unras sepenuhnya dikembalikan kepada pihak sekolah. ”Kita lebih mengedepankan upaya pencegahan dan soal sanksi pihak sekolah yang akan memberikan sanksinya,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala SMK Sasmita Jaya 1 Suprihatin mengatakan, pihaknya telah memiliki aturan atau larangan yang tegas bila ada siswa yang melanggar aturan tersebut.
”SMK Sasmita Jaya 1 dna 2 bersikap tegas dan sanksinya dikeluarkan apabila siswa terlibat narkotiba baik pemakai atau pengedar. Siswa terlibat dalam rombongan tawuran atau pelaku tawuran, siswa membawa senjata tajam dan alat lainnya untuk tawuran,” singkatnya. (bud)
Sumber: