Dari Pada Jadi 'Ban Serep', Jabatan Sekda Lebih Strategis dan Prestisius

Anggota DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana.-Abdul Aziz-
TANGERANGEKSPRES.ID - Anggota DPRD Kota Tangerang, Andri S Permana mengatakan, jabatan sekretaris daerah (Sekda) sangat strategis dan prestisius. Beruntung seorang aparatur sipil negara (ASN) yang menduduki jabatan tersebut. Sebab, berkarier di lingkungan perangkat pemerintah daerah yang bekerja melayani masyarakat, bila memiliki prestasi dapat lebih beruntung meraih salah satu jabatan golongan eselon IIa tersebut,
Ketua Fraksi PDI-Perjuangan ini menyebut, meski pencalonan kepala daerah merupakan hak seluruh warga negara Indonesia, baik mencalonkan maupun dicalonkan. Namun menurut dia, pejabat pemerintah daerah yang memiliki kepiawaian dan prestasi dalam mengelola organisasinya, lebih baik membidik jabatan Sekda dari pada berspekulasi ikut terjun berkompetisi pada perhelatan Pilkada serentak dengan mengorbankan jabatan di lingkungan birokrat yang sudah jelas sangat prestisius. Pasalnya, dalam mengembangkan dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dibutuhkan peran strategis dari seorang Sekda.
"Birokrat adalah perangkat kebaikan, menjadikan layanan sebagai profesi yang membawa berkah,' kata Andri.
"Dari pada jadi wakil yang cuma 'ban serep' mending bertahan di jalur pengabdian menjadi penguasa perangkat birokrasi. Mending kalo menang, kalo tidak karier di birokrat pun selesai. Apalagi kalau usia masih muda, lebih baik hitung-hitungan dulu," tandasnya lagi.
Andri, salah satu bakal calon kepala daerah dari Partai berlambang Banteng moncong putih menuturkan, pemerintah daerah membutuhkan peran strategis dari seorang birokrat yang piawai dalam mengelola sistem pemerintahan. Karena semua sektor pelayanan dijalankan oleh birokrasi. Terlebih, dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan, dibutuhkan peran strategis dari seorang yang menjabat sekretaris daerah.
"Peran piawai dalam memimpin sebuah organisasi sangat penting apalagi di lingkungan birokrasi, bagaimana dalam melayani masyarakat tetap berjalan secara optimal," ujar Andri yang dijagokan DPC PDI-P Kota Tangerang.
Dia menambahkan, kontestasi pilkada bukan sekedar urusan konfigurasi si calon kepala daerah dan wakilnya untuk memenangkan pemilihan dari sisi elektoral. Namun, masyarakat tidak semestinya mengorbankan para birokrat di kota Tangerang terjun ikut berkompetisi pada Pilkada serentak tahun 2024.
"Jika urusan diserahkan kepada bukan ahlinya maka tunggu lah kehancuran," ucap Andri yang mengutip salah satu Hadits riwayat Bukhori dan Muslim. (*)
Sumber: