Korban Banjir Terserang Kutu Air

PAKUHAJI – Ratusan kepala keluarga (KK) terendam banjir di Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Jumat (28/2). Mirisnya, genangan air belum surut hingga Minggu, 1 Maret 2020 kemarin. Bahkan sebagian pemukiman masih terdapat genangan air hingga, Senin (2/3). Lupiah, seorang warga menuturkan, pada waktu itu terjadi hujan deras mulai Kamis malam sampai Jumat pagi. Alhasil air Sungai Kali Asin meluap ke pemukiman warga. Selain itu juga air dari lahan persawahan naik ke pemukiman warga. “Ketinggian air di dalam rumah saya mencapai sebetis orang dewasa. Makanya kulkas saya rusak setelah terendam air,” tutur ibu tiga anak ini, kepada Tangerang Ekspres, di kediamannya, di Kampung Lontar, RT 01/08, Desa Kali Baru, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, Senin (2/3). Dampak lain akibat banjir kata Lupiah, anak bungsunya yang berusia satu setengah tahun masih mengalami demam, meskipun sudah menerima pelayanan kesehatan kemarin. “Tapi, Alhamdulillah demamnya sudah membaik. Walaupun anak saya masih rewel-rewel,” ucapnya. Kondisi tersebut juga kata Lupiah, dialamai hampir seluruh ibu yang memiliki anak bayi dibawah umur lima tahun. “Kami orang dewasa saja lelah mengahadapi banjir selama tiga hari. Apalagi anak balita,” ujarnya. Sementara itu, Suding, Ketua RT 01/08 mengatakan, nyaris seluruh KK di RT yang dipimpinnya terendam banjir. Ketinggian air mulai dari semata kaki sampai sepaha orang dewasa. Banjir merendam pemukiman mulai Jumat pagi. Kemudian banjir mulai mengering Minggu kemarin. Banjir akibat limpahan air dari Sungai Kali Asin. “Tapi masih ada genangan air di beberapa depan rumah warga hingga Senin,” tambahnya. Pria yang akrab disapa Jek ini mengungkapkan, akibat genangan banjir terlalu lama di pemukiman warga. Maka anak-anak maupun orang dewasa mulai mengalami penyakit diantaranya kutu air dan demam. Di tempat terpisah, Sueb, Kepala Desa Kali Baru mengatakan, berulang kali mengusulkan normalisasi Sungai Kali Asin melalui musyawarah rencana pembanguanan (musrembang), namun belum terealisasi hingga sekarang. “Kewenangan normalisasi ada di Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui dinas terkait,” kata Sueb, saat dikonfirmasi Tangerang Ekspres, di ruangan kerjanya. Sueb mengungkapkan sebanyak ratusan KK terendam banjir di sejumlah RT di Desa Kali Baru. Tapi ia bersyukur air sudah menyurut, meskipun sebagian pemukiman masih ada yang terdapat genangan air hingga Senin dari Jumat pekan lalu. (zky/mas)
Sumber: