BJB

Kasemen dan Walantaka Rawan Kekeringan

Kasemen dan Walantaka Rawan Kekeringan

Petugas BPBD Kota Serang saat menyalurkan air bersih di Walantaka, Kota Serang belum lama ini. (ALDI ALPIAN INDRA/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Memasuki musim kemarau, ancaman kekeringan kembali menghantui sejumlah wilayah di Kota Serang. Badan Penang­gu­la­ngan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang menetapkan Keca­matan Kasemen dan Walantaka se­bagai kawasan yang paling rentan mengalami krisis air bersih, sehingga upaya antisipasi terus diperkuat. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Serang Muhlisin mengatakan, kondisi geo­grafis menjadi salah satu penyebab utama kedua keca­matan tersebut hampir setiap tahun mengalami kesulitan mendapatkan air bersih saat musim kemarau.

Selain curah hujan yang menurun, kualitas air tanah di beberapa wilayah juga tidak layak digunakan.

Menurutnya, sebagian besar sumber air di wilayah terdam­p­ak memiliki kadar garam yang tinggi sehingga air dari sumur bor tidak dapat di­manfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga.

"Masalahnya bukan hanya karena musim kemarau yang cukup panjang, tetapi juga sumber air di sana banyak yang asin atau antal. Jadi mes­kipun warga membuat sumur bor, airnya tetap tidak bisa dipakai untuk kebutuhan se­hari-hari," ujar Muhlisin, Kamis (16/7).

Untuk mengurangi dampak kekeringan, BPBD telah me­nyalurkan bantuan air bersih kepada warga di sejumlah titik di Kecamatan Kasemen. Distribusi dilakukan kepada 70 kepala keluarga (KK) di Kampung Cibomo Idul, 58 KK di Cibomo Tengah, 76 KK di Cibening, 62 KK di Cibomo Lor, serta 85 KK di Kepaksan.

Setiap pengiriman meng­gunakan mobil tangki ber­kapasitas 5.000 liter. Hingga pertengahan Juli, BPBD ter­catat telah enam kali men­distribusikan air bersih ke wilayah yang mengalami krisis air.

Muhlisin menjelaskan, saat ini BPBD menyiagakan satu unit mobil tangki untuk me­layani kebutuhan masyarakat. Apabila jumlah permintaan terus meningkat, pihaknya akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk menambah armada distribusi.

Ia menambahkan, masya­rakat yang membutuhkan bantuan air bersih dapat mengajukan permohonan melalui pemerintah kelurahan maupun kecamatan. Setelah laporan diterima, BPBD akan segera menindaklanjuti de­ngan penyaluran air ke lokasi terdampak.

"Kami siap mendistribusikan bantuan setelah ada per­mo­honan resmi dari pemerintah setempat. Jika kebutuhan meningkat, kami juga akan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi untuk penambahan armada," katanya.

Sementara itu, Camat Kase­men Sugiri mengatakan peme­rintah kecamatan bersama BPBD telah memetakan wila­yah yang berpotensi meng­alami kekeringan agar pe­nanganan dapat dilakukan lebih cepat selama musim kemarau berlangsung.

Selain bantuan air bersih, kata dia, upaya penyediaan sumber air juga dilakukan melalui program pengeboran sumur yang melibatkan TNI dan Polri di dua kelurahan di Kecamatan Kasemen.

"BPBD sudah rutin mem­bantu penyaluran air bersih. Di sisi lain, TNI dan Polri juga telah mendukung masyarakat melalui program pengeboran sumur di dua kelurahan," ujarnya.

Sugiri berharap pasokan air dari PDAM maupun PDAB tetap mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga musim kemarau berakhir. Ia juga optimistis sektor perta­nian tidak akan terdampak signifikan karena sebagian besar lahan diperkirakan memasuki masa panen pada Agustus mendatang.

Sumber: