BJB

Waspada ISPA dan Diare Musim Kemarau

Waspada ISPA dan Diare Musim Kemarau

Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Senin (13/7). (AGUNG GUMELAR/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Kesehatan (Dinkes) Ka­bupaten Serang mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan diare yang rawan meningkat selama musim kemarau.

Karena perubahan cuaca yang cenderung kering dan berdebu, dapat memicu mening­katnya kasus ISPA dan keterbatasan air bersih juga berpotensi menyebabkan meningkatnya kasus diare.

Pentingnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), sebagai langkah pencegahan utama, seperti rutin mencuci tangan dengan sabun, menggunakan air bersih yang layak kon­sumsi, menjaga kebersihan lingkungan, dan memakai masker ketika berpergian keluar rumah.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang dr. Efrizal mengatakan, ISPA dan diare perlu di­was­padai khususnya saat musim kemarau, sebab kualitas udara dan ketersediaan air bersih menjadi faktor utama me­ningkatnya kasus ISPA dan diare di masyarakat.

"Saat kemarau kualitas udara tidak begitu baik lalu ada kekeringan, biasanya sumber air berkurang, apalagi air tanah menjadi surut dan kotor bisa menimbulkan diare, dan udara yang kotor juga bisa menim­bulkan ISPA perlu diwaspadai," katanya saat diwawancarai wartawan di depan gedung Setda Kabupaten Serang, Senin (13/7).

Efrizal mengatakan, pi­haknya telah mengi­ns­truk­sikan seluruh Puskesmas untuk bisa meningkatkan kewaspadaan dini terhadap ISPA dan diare, serta mem­perkuat edukasi kepada ma­syarakat terkait pencegahan penyakit selama musim kemarau.

Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat, diha­rapkan angka kasus ISPA dan diare tahun ini dapat ditekan, serta kesehatan masyarakat tetap terjaga selama musim kemarau.

"Saya belum cek apakah ada peningkatan kasus terhadap ISPA dan diare atau tidak, yang pasti kita akan lakukan upaya pencegahan, supaya ISPA dan diare bisa ditekan semaksimal mungkin," ujarnya.

Bagi masyarakat yang me­ngalami gejala seperti batuk, pilek, sesak napas, atau diare berkepanjangan, kata Efrizal, segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat. 

"Jangan sampai ketika sudah sakit parah baru datang ke puskesmas atau rumah sakit, harusnya jika dirasa ada gejala-gejala ISPA dan diare tentu langsung bawa ke fasilitas kesehatan," tuturnya.

Efrizal mengaku dirinya sudah berkomitmen dalam rangka meningkatkan fasilitas kesehatan agar jangan sampai ada masyarakat sakit parah malah tidak dilayani dengan baik oleh pihak puskesmas maupun rumah sakit.

"Saya sudah berkomitmen dengan Ibu Bupati bahwa administrasi itu nomor sekian, yang penting orang harus dilayani dulu, meski tidak sesimpel itu, tapi minimal jangan sampai orang terhalang gara-gara misalnya tidak punya BPJS kesehatan dan lainnya," tegasnya. (agm)

Sumber: