20 RTLH Rampung Dibedah hingga Akhir 2026
RTLH: Pemdes Tegal Angus terus menjalankan program bedah rumah bagi warga yang memiliki rumah tidak layak huni (RTLH). -Randy Yasetiawan/Tangerang Ekspres-
TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah Desa (Pemdes) Tegal Angus, Kecamatan Teluknaga, terus berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program bedah rumah bagi warga kurang mampu yang masih menempati rumah tidak layak huni (RTLH).
Pada tahun 2026, masih terdapat sekitar 20 unit rumah yang telah masuk dalam daftar penerima program bedah rumah. Seluruh rumah tersebut akan diperbaiki secara bertahap sesuai jadwal pelaksanaan yang telah disusun Pemerintah Desa bersama pemerintah kecamatan dan instansi terkait.
Program bedah rumah tersebut didukung dari berbagai sumber pendanaan, mulai dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), program Kecamatan Teluknaga, bantuan Corporate Social Responsibility (CSR), hingga program Pemerintah Kabupaten Tangerang yang memang diperuntukkan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Kepala Desa Tegal Angus, Muhamad Jabal Nur, mengatakan bahwa program bedah rumah merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap masyarakat yang masih tinggal di rumah dengan kondisi memprihatinkan. Menurutnya, seluruh calon penerima bantuan telah melalui proses pendataan dan verifikasi sehingga pelaksanaannya tinggal menunggu jadwal pekerjaan.
"Program bedah rumah ini menjadi salah satu prioritas Pemerintah Desa Tegal Angus dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Data penerima sudah kami miliki dan seluruhnya telah diusulkan sesuai mekanisme yang berlaku. Saat ini kami hanya menunggu waktu pelaksanaan secara bertahap agar seluruh rumah yang masuk dalam daftar dapat segera diperbaiki," ujar Jabal Nur kepada Tangerang Ekspres, Senin (13/7).
Ia menjelaskan, pelaksanaan program tidak hanya mengandalkan satu sumber anggaran, melainkan dilakukan secara kolaboratif dengan berbagai pihak agar semakin banyak masyarakat yang dapat menerima manfaat.
"Pendanaannya berasal dari berbagai program, mulai dari anggaran desa, program kecamatan, CSR perusahaan hingga bantuan dari Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dengan adanya sinergi tersebut, kami optimistis seluruh target bedah rumah dapat direalisasikan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia," katanya.
Jabal Nur menambahkan, pihaknya menargetkan seluruh rumah yang telah masuk dalam daftar penerima bantuan dapat selesai dibangun sebelum akhir tahun 2026.
"Kami menargetkan hingga akhir tahun seluruh 20 rumah yang telah terdata bisa selesai dikerjakan. Harapan kami, masyarakat yang selama ini tinggal di rumah yang kondisinya memprihatinkan dapat segera menikmati rumah yang lebih aman, sehat, nyaman, dan layak untuk dihuni bersama keluarganya," ungkapnya.
Menurutnya, program bedah rumah juga merupakan bagian dari upaya mendukung visi Pemerintah Kabupaten Tangerang dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat serta mengurangi jumlah rumah tidak layak huni.
"Kami ingin seluruh warga Tegal Angus memiliki tempat tinggal yang layak. Rumah bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga menjadi fondasi terciptanya keluarga yang sehat dan sejahtera. Karena itu, kami terus berupaya agar tidak ada lagi warga yang tinggal di rumah dengan kondisi membahayakan," jelasnya.
Ia menerangkan bahwa rumah yang menjadi prioritas dalam program bedah rumah merupakan rumah yang benar-benar memenuhi kriteria tidak layak huni. Penentuan penerima dilakukan berdasarkan usulan RT dan RW, kemudian diverifikasi oleh pemerintah desa agar bantuan tepat sasaran.
"Spesifikasi rumah yang masuk program bedah rumah adalah rumah yang mengalami kerusakan berat, seperti atap yang bocor atau rusak, dinding yang sudah rapuh, lantai yang masih berupa tanah atau sudah tidak layak, serta kondisi bangunan yang membahayakan keselamatan penghuninya. Semua itu berdasarkan usulan RT dan RW serta hasil pengecekan langsung di lapangan," terangnya.
Ia berharap, program tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun sehingga semakin banyak warga kurang mampu yang terbantu.
Sumber:

