BJB FEBRUARI 2026

Gubernur Andra Ingatkan ASN, SPMB Dilarang Titip-Menitip

Gubernur Andra Ingatkan ASN, SPMB Dilarang Titip-Menitip

Gubernur Banten, Andra Soni memimpin apel peringatan Hardiknas di Lapangan Kantor Gubernur Banten, KP3B, Kota Serang, Senin (4/5). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Gubernur Ban­ten, Andra Soni mengingatkan kepada seluruh ASN yang ada di lingkungan Pemprov Banten untuk terlibat ko­mitmen menjaga integritas Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA/SMK Negeri dengan melarang keras praktik titip-menitip.

Hal itu diungkapkan saat memimpin Upacara Hari Pendidikan Nasional (Har­diknas) di Lapangan Kantor Gubernur Banten, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Senin (4/5).

Andra menegaskan, seluruh ASN tidak boleh melakukan intervensi dalam proses SPMB di tahun 2026 ini. Seluruh proses penerimaan harus jujur dan transparan. Semua proses seleksi harus berjalan adil, jujur, dan transparan tanpa intervensi dari pihak mana pun.

"Rekrutmen calon siswa harus berjalan dengan baik, adil, jujur, dan transparan," katanya dalam sambutan.

Ia juga memastikan Pem­prov Banten berkomitmen menciptakan sistem pen­didikan yang bersih dari prak­tik korupsi dan penya­lahgunaan kewenangan. SPMB merupakan pintu awal dalam menjamin pemerataan akses pendidikan. Oleh ka­rena itu, integritas dalam proses seleksi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Banten Jamaludin mene­gaskan, pi­hak­nya telah me­nyiapkan berbagai langkah untuk me­mastikan pelak­sanaan SPMB berjalan bersih dan tertib.

"Komitmen Pak Gubernur Andra Soni sudah jelas, tidak ada titip-menitip. Kita aman­kan semuanya agar tidak terjadi kecurangan dan semua berjalan adil," terangnya.

Jamaludin menjelaskan, salah satu upaya yang dila­kukan adalah pelaksanaan pra-SPMB guna memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran. Melalui tahapan ini, orang tua siswa dapat lebih awal menginput data, mulai dari domisili hingga nilai rapor.

"Dengan pra-SPMB, masya­rakat bisa lebih siap. Ha­rapannya saat pelaksanaan utama pada 10 Juni nanti, semua berjalan lancar dan aman," tuturnya.

Pemerintah juga terus melakukan sosialisasi secara masif agar seluruh calon pe­serta didik dapat terako­modasi dalam sistem. Bah­kan, tidak menutup ke­mungkinan adanya pe­nye­suaian waktu pendaftaran apabila masih terdapat ma­syarakat yang belum sempat mendaftar.

"Kita pantau terus. Jika masih banyak yang belum terakomodir, kemungkinan waktu pendaftaran akan diperpanjang," ungkapnya.

Jamaludin berharap seluruh proses SPMB tahun ini dapat berjalan optimal dan men­jangkau seluruh calon peserta didik di Provinsi Banten.

"Kami harap semuanya bisa terakomodasi dengan baik dan pelaksanaan SPMB ber­jalan tanpa kendala," tu­turnya. (mam)

Sumber: