Sekolah Gratis untuk MA Masih Terkendala
Gubernur Banten, Andra Soni saat diwawancarai di Mapolda Banten, Senin (3/8). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pelaksanaan program sekolah gratis untuk Madrasah Aliyah (MA) yang dicanangkan oleh Pemprov Banten masih belum ada titik terang. Hingga saat ini belum ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemprov dengan Kemenag sebagai lembaga yang membawahi MA, untuk memuluskan program prioritas tersebut.
Gubernur Banten, Andra Soni, mengatakan saat ini pihaknya tengah mematangkan MoU dengan Kemenag untuk peluncuran program sekolah gratis bagi siswa MA. Namun lantaran adanya perbedaan kewenangan pengelolaan yang membuat sedikit terhambat.
Maka pihaknya terus berupaya menyelesaikan hambatan teknis tersebut agar hak-hak para siswa di naungan Kemenag dapat segera terakomodasi.
”Kita sedang tindak lanjuti terus terkait dengan MoU, karena kaitannya kan ada pembeda ya antara sekolah satuan pendidikan yang dikelola oleh Kementerian Agama dan sekolah yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi,” katanya saat ditemui di Mapolda Banten, Senin 3 Agustus 2026.
Meski masih terganjal proses penyelarasan MoU, Pemprov Banten menargetkan program ini dapat bergulir pada tahun ajaran baru 2026/2027 dengan alokasi kuota mencapai 10 ribu siswa bagi siswa MA.
”Saya berharap mudah-mudahan di tahun ajaran ini bisa langsung dilaksanakan. Kita punya kuota sebenarnya sekitar 10.000 siswa,” jelasnya.
Selain itu, Gubernur juga menanggapi terkait adanya 7 Sekolah SMA Swasta yang mengajukan mundur dari program Sekolah Gratis yang diinisiasi oleh Pemprov Banten.
Andra mengatakan, bahwa seluruh regulasi telah terkunci di dalam MoU atau perjanjian kerjasama diawal. Salah satu poinnya adalah pihak sekolah harus menyelenggarakan atau menfasilitasi dalam satu angkatan penuh hingga lulus sekolah.
”Dalam MoU itu disampaikan bahwa pihak sekolah siap menyelenggarakan dalam satu angkatan penuh. Jadi kalau saat di angkatan kedua mereka tidak berkenan untuk ikut, mereka wajib menyelesaikan untuk angkatan pertamanya. Itu ada di MoU dan merupakan kesepakatan saat mereka ikut serta,” katanya, Senin 3 Agustus 2026.
Ia menegaskan, langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan program agar tidak ada siswa yang terlantar di tengah masa studi.
”Tidak bisa mereka cuma di awal ikut, lalu di tengah jalan mau berhenti. Karena dari awal ada MoU yang disepakati bersama-sama,” lanjutnya.
Maka dari itu Gubernur Banten memastikan nasib anak-anak didik yang terdaftar dalam program ini tetap aman hingga lulus.
Di sisi lain, minat sekolah swasta baru untuk bergabung dalam program sekolah gratis ini masih sangat tinggi. Pemprov Banten mencatat ada puluhan sekolah yang saat ini sedang mengantre untuk diverifikasi.
”Saat ini ada sekitar 50 sekolah lagi yang mengajukan diri, tapi kita masih kurasi dulu,” paparnya.
Sebelumnya, Kabid Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kemenag Banten, Hairul Umam, mengatakan bahwa berdasarkan data sementara, saat ini ada sekitar 275 MA swasta yang sanggup mengikuti program sekolah gratis.
Sumber:

