BJB

DPRD Minta Pembangunan Infrastruktur Merata

DPRD Minta Pembangunan Infrastruktur Merata

Wali Kota Serang Budi Rustandi saat menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Perubahan Raperda APBD 2026 di DPRD Kota Serang, Rabu (12/8).abu (12/8).--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Pemerintah Kota (Pem­kot) Serang mengalokasikan Rp608 miliar untuk sektor infra­struktur dalam APBD Perubahan 2026. Ang­garan tersebut diarahkan untuk me­ndukung pembangunan dan pe­ningkatan infrastruktur yang me­­­nunjang aktivitas ekonomi masyarakat.

Wali Kota Serang Budi Rustandi mengatakan, infrastruktur men­jadi salah satu fokus utama pe­merintah daerah dalam per­ubahan APBD tahun ini, terutama untuk per­baikan dan pem­ba­ngunan jalan.

"Infrastruktur menjadi fokus utama kami untuk menunjang perekonomian daerah, khususnya perbaikan dan pembangunan jalan," kata Budi usai Rapat Pari­purna Penyampaian Perubahan Raperda APBD 2026 di DPRD Kota Serang, Rabu (12/8)

Menurutnya, pembangunan infra­struktur akan dilakukan secara ber­tahap hingga 2027 dan 2028. Hal itu dilakukan agar target pem­bangunan dapat direalisasikan seca­ra optimal sesuai kemampuan anggaran daerah.

Kepala BPKAD Kota Serang Ina Linawati menjelaskan, alokasi infrastruktur dalam APBD Per­ubahan 2026 mencapai 35,05 persen dari total anggaran. Meski belum mencapai ketentuan 40 persen, porsi tersebut disebut terus mengalami peningkatan.

"Infrastruktur kita di Perubahan APBD ini sudah di angka 35,05 persen. Secara ketentuan memang 40 persen, tetapi alhamdulillah dari tahun ke tahun semakin meningkat," ujar Ina.

Selain infrastruktur, Pemkot Serang mengalokasikan Rp567 miliar atau sekitar 32 persen untuk fungsi pendidikan. Anggaran tersebut telah melampaui keten­tuan minimal 20 persen.

Pemkot juga menyiapkan Rp86 miliar untuk program pencegahan dan percepatan penurunan stun­ting serta Rp162 miliar atau 9,38 persen untuk penanganan ke­miskinan ekstrem.

Dari sisi postur anggaran, penda­patan daerah pada APBD Per­ubahan 2026 direncanakan sebesar Rp1,67 triliun, sementara belanja mencapai Rp1,73 triliun. Selisih sekitar Rp62,5 miliar ditutup melalui penerimaan pembiayaan yang bersumber dari SiLPA 2025 hasil audit BPK sebesar Rp73 miliar.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Serang Muji Rohman meminta agar pembangunan infrastruktur pada 2027 dilakukan lebih merata dan tidak terpusat di satu ke­camatan.

"Untuk 2027, saya berharap pem­bangunan infrastruktur bisa lebih merata dan tidak hanya ber­fokus pada realisasi anggaran di salah satu kecamatan," kata Muji.

Muji menyebut, sejumlah pem­bangunan harus menyesuaikan dengan perjanjian kerja sama, khususnya dengan Tangerang Selatan dan Kabupaten Serang. Implementasinya diarahkan untuk pembangunan prasarana di wila­yah yang terdampak persoalan sampah, termasuk kawasan perba­tasan dan Ke­camatan Taktakan.

"Karena itu, anggarannya diarah­kan ke wilayah-wilayah per­batasan sebagai daerah penunjang, ter­masuk Kecamatan Taktakan," ujarnya.

Selain infrastruktur, Muji me­minta pemerintah memperkuat sektor kesehatan dan pendidikan pada 2027. Untuk bidang kesehat­an, salah satu yang menjadi per­hatian adalah peningkatan ke­pesertaan BPJS bagi masyarakat kurang mampu serta kualitas pelayanan kesehatan.

Sumber: