BJB FEBRUARI 2026

Antisipasi Penimbunan Sembako Jelang Iduladha

Antisipasi Penimbunan Sembako Jelang Iduladha

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan saat diwawancarai awak media di Gedung DPRD Banten, Selasa (12/5). (SYIROJUL UMAM/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, SERANG — Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten memastikan ke­tersediaan stok barang pokok dan penting (bapokting) dalam kondisi aman menghadapi Hari Be­sar Keagamaan Nasional (HBKN) tahun 2026, yakni Iduladha. 

Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas harga agar tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Penjualan (HAP).

Kepala Disperindag Banten, Iwan Hermawan, mengatakan bahwa stok pangan di Banten cukup aman, terutama menjelang hari besar keagamaan yang biasa­nya naik karena permintaan yang cukup banyak.

"Yang terpenting itu stok pangan dulu, kalau aman harga bisa diken­dalikan," katanya saat ditemui di gedung DPRD Banten, Selasa (12/5).

Ia menjelaskan, saat ini terdapat fluktuasi harga sejumlah komo­ditas. Namun berdasarkan hasil pemantauan harganya masih berada sesuai dengan HAP.

"Yang masih tinggi itu cabai rawit merah atau cabai setan, pas Lebaran kemarin itu harganya naik Rp120 ribu, kemudian turun Rp30 ribu, sekarang naik lagi Rp60 ribu," ujarnya.

Maka dari itu, kata Iwan, pihak­nya terus memantau pergerakan harga komoditas krusial seperti telur, daging, cabai, hingga minyak goreng curah kemasan Minyakita.

Salah satua upayanya yaitu me­ngendalikan harga Minyakita di angka Rp15.700 perliter dengan memotong rantai distribusi. Iwan menjelaskan bahwa pasokan kini diarahkan langsung dari produsen ke Bulog, lalu didistribusikan langsung ke pengecer.

"Tujuannya memotong rantai pasok agar harga terkendali. Kami bekerja sama dengan Bulog dan PTSI agar lebih banyak pedagang yang bisa disuplai," ujar Iwan.

Untuk memudahkan peda­gang mendapatkan suplai, Disperindag juga memfasilitasi pembuatan Nomor Induk Berusaha (NIB) secara lang­sung di lokasi pasar. Langkah ini sudah mulai diimplemen­tasikan di wilayah Baros dan Tangerang.

"Karena salah satu syaratnya itu mereka harus punya NIB," jelasnya.

Iwan menegaskan bahwa pihaknya rutin melakukan penelusuran dari tingkat pe­ngecer hingga produsen untuk mencegah penimbunan. Pe­ngecer dilarang keras men­jual kembali stok ke pedagang lain (grosir) karena titik akhir distribusi harus sampai ke tangan konsumen.

"Jadi sudah kita ingatkan kepada pedagang untuk tidak menjual lagi, harus kepada konsumen atau masyarakat langsung," paparnya. 

Terpisah, Gubernur Banten, Andra Soni mengimbau kepa­da masyarakat untuk bijak mengelola kebutuhan pokok sehari-hari. Sejatinya Pemprov Banten dan peme­rintah dae­rah lainnya terus berupaya menjaga ketertiban, dan menahan laju inflasi di Banten.

Sumber: