BJB FEBRUARI 2026

29 Rumah Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi

29 Rumah Rusak Akibat Bencana Hidrometeorologi

Puing-puing rumah warga Cikulur, Kabupaten Lebak berserakan akibat bencana tanah bergerak, belum lama ini. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--

TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Badan Penang­gulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak mencatat sejumlah fasilitas rusak akibat bencana hidro­meteorologi yang terjadi selama Januari 2026.

Sukanta, Kepala BPBD Lebak mengatakan, kerusakan terjadi pada fasilitas pendidikan. Ada juga enam jembatan dan sem­bilan jalan yang turut ter­dampak. 

"Ada 29 rumah rusak berat, 22 rusak sedang, dan 49 rusak ringan," kata Sukanta, kepada wartawan, di Rangkasbitung, Minggu (8/2). 

Sukanta menerangkan, bencana hidrometeorologi yang terjadi di Kabupaten Lebak didominasi oleh tanah longsor yang terjadi sebanyak 39 kejadian, cuaca ekstrem 36 kejadian, banjir 17 keja­dian, pergerakan tanah 7 kejadian.

"Selain itu angin kencang kami mencatat ada sekitar 3 kejadian yang benar-benar berdampak," tandasnya. 

Untuk itu, Sukanta mengajak agar masyarakat waspada, karena cuaca ekstrem masih terjadi di sejumlah wilayah.

Budi mengatakan, warga Kecamatan Cikulur yang ru­mahnya terdampak benca tanah bergerak mengaku, hing­ga saat ini dia masih mengungsi di rumah sau­daranya yang tidak jauh dari rumahnya yang mengalami rusak cukup parah.  

"Iya, atas saran desa dan BPBD, agar mengungsi, kare­na kerusakan rumah cukup parah dan dapat memba­hayakan jiwa jika masih di huni," ucapnya. (fad)

Sumber: