BJB FEBRUARI 2026

Dermaga Cituis Penuh Sampah dan Lumpur

Dermaga Cituis Penuh Sampah dan Lumpur

PENUH LUMPUR: Kondisi Dermaga Cituis yang penuh lumpur dan sampah.-Najib/Tangerang Ekspres-

TANGERANGEKSPRES.ID, PAKUHAJI — Nelayan di Dermaga Cituis, Kecamatan Pakuhaji, Kabupaten Tangerang, mengeluhkan kondisi dermaga yang dipenuhi endapan lumpur dan sampah.

Situasi tersebut dinilai menghambat aktivitas kapal nelayan saat bersandar, terutama ketika air laut surut, sehingga proses bongkar muat hasil tangkapan kerap tidak berjalan lancar.

Endapan lumpur yang menumpuk di sekitar area dermaga membuat kapal sulit merapat. Dalam kondisi tertentu, nelayan harus menunggu air pasang agar kapal bisa masuk ke dermaga dengan aman. Kondisi ini tidak hanya memperlambat aktivitas, tetapi juga berdampak pada efisiensi waktu kerja nelayan.

Selain lumpur, sampah yang terbawa arus laut turut memperparah keadaan. Sampah kerap tersangkut di sekitar dermaga dan jalur masuk kapal, sehingga pergerakan kapal menjadi terbatas dan tidak leluasa saat bermanuver.

Nelayan Cituis, Mulyadi, mengatakan kondisi dermaga yang berlumpur memang sudah menjadi persoalan lama. Menurutnya, lumpur di kawasan dermaga sulit dihindari hingga menjadi kendala utama dalam aktivitas sandar kapal.

Ia menjelaskan, ketika lumpur menumpuk, aktivitas nelayan menjadi terhambat. Jika kondisi dermaga lebih bersih dan tidak berlumpur, tambahnya, proses sandar hingga bongkar muat hasil tangkapan dapat berlangsung lebih lancar.

“Ini kan banyak lumpur, mau gimana lagi kita mah sebenarnya. Ya terhambat, kalau enggak ada lumpur kan lancar,” jelasnya, Senin (9/2).

Selain lumpur, lanjut Mulyadi, keberadaan sampah di sekitar dermaga juga cukup menghambat aktivitas kapal, baik kapal yang masuk maupun keluar dermaga. Bagi kapal yang hendak masuk, keberadaan sampah membuat proses sandar menjadi tidak lancar.

Dia berharap, apabila area dermaga bersih dari sampah, kapal dapat keluar masuk dengan lebih mudah tanpa harus menggunakan bambu untuk meluruskan posisi kapal. (mg-10)

 

Sumber: