Banyak Leuit Baduy Rusak
Leuit atau tempat penyimpanan padi bagi warga kasepuhan dan adat Baduy. (AHMAD FADILAH/TANGERANG EKSPRES)--
TANGERANGEKSPRES.ID, LEBAK — Pemkab Lebak melalui Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) setempat mengapresiasi masyarakat Kasepuhan dan Baduy yang ada di Lebak. Karena, masyarakat adat Baduy serta masyarakat kasepuhan yang tersebar di sejumlah kecamatan di Lebak menjadi motor yang patut diteladani dalam memenuhi dan menjaga ketahanan pangan mereka.
Imam Rismahayadin, Kepala Disketapang Lebak mengatakan, leuit (tempat penyimpanan padi) menjadi ujung tombak masyarakat kasepuhan dalam menjaga ketahanan pangan. Karena, fungsi leuit di masyarakat kasepuhan sangat banyak sebagai lumbung penyimpanan padi (gabah) untuk menjamin ketahanan pangan. Juga leuit punya peran sosial (simbol solidaritas dan gotong royong), ritual (bagian dari upacara adat), ekonomi (jaminan subsistensi), serta filosofis (rumah bagi padi yang sakral).
"Leuit menjaga ketersediaan pangan jangka panjang melalui penyimpanan gabah yang bisa awet bertahun-tahun dan menjadi cadangan saat paceklik," katanya kepada wartawan di Rangkasbitung, Selasa (20/1).
Namun, kata Imam, banyak kondisi leuit yang dibuat masyarakat kasepuhan sudah rusak dan memerlukan bantuan dari pemerintah. Sebab, jika berkaca pada masyarakat kasepuhan di daerah lain, mereka mendapat bantuan dari pemerintah untuk membangun leuit yang sudah rusak atau usang.
"Iya kita berharap pemprov Banten dapat membantu pembuatan leuit di masyarakat kasepuhan di Lebak yang jumlahnya cukup banyak," katanya.
Sukanta, Ketua Lembaga Sabaki (Kesatuan Adat Kasepuhan Banten Kidul) mendukung langkah Disketapang yang mendorong bantuan untuk leuit Adat Baduy dan Kasepuhan di Lebak.
"Leuit menjadi penanda eksistensi kasepuhan dan kearifan lokal yang harus dijaga dan dilestarikan," ucapnya. (fad)
Sumber:

