Integrasi NIB-NOP Tangsel Dilirik 59 Daerah

Kamis 17-09-2026,21:24 WIB
Reporter : Tri Budi Sulaksono
Editor : Andi Suhandi

TANGERANGEKSPRES.ID, CIPUTAT — Inovasi Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengintegrasikan data pertanahan dan perpajakan daerah mulai dilirik pemerintah daerah lain. Sebanyak 59 kabupaten/kota dari berbagai wilayah Indonesia dijadwalkan datang ke Tangsel untuk mempelajari sekaligus mereplikasi sistem tersebut.

Replikasi inovasi integrasi data Nomor Induk Berusaha (NIB), Nomor Objek Pajak (NOP), dan nomor bidang tanah akan menjadi salah satu agenda dalam Tangsel Expo yang digelar 21–22 September 2026. Perwakilan 59 pemerintah daerah dijadwalkan hadir pada Senin (21/9).

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Tangsel Eki Herdiana mengatakan, integrasi tersebut dikembangkan Pemkot Tangsel bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN). Sistem itu menghubungkan data NIB, NOP, serta Nomor Identifikasi Bidang (NIB) atau nomor bidang tanah yang tercantum dalam sertifikat BPN.

“Diintegrasikan antara NIB, NOP dengan nomor bidang yang ada di sertifikat BPN. Datanya diiriskan dan diintegrasikan, sehingga datanya lebih akurat,” kata Eki kepada Tangerang Ekspres, Kamis (17/9).

Menurut Eki, penggabungan data tersebut memungkinkan pemerintah memperoleh informasi yang lebih presisi mengenai objek pajak dan bidang tanah. Akurasi data menjadi penting karena berkaitan langsung dengan basis data perpajakan daerah.

Ketertarikan terhadap inovasi itu pun terus berkembang. Puluhan kabupaten/kota telah mengajukan diri untuk mempelajari atau mereplikasi konsep integrasi yang diterapkan Tangsel bersama BPN.

Peserta yang datang berasal dari berbagai daerah, termasuk wilayah Sulawesi dan Lampung. Mereka akan melihat bagaimana integrasi data pertanahan dan perpajakan tersebut diterapkan di tingkat pemerintah daerah.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, 59 pemerintah daerah akan mengirimkan perwakilan dalam rangkaian Tangsel Expo. Mereka diperkirakan datang bersama kepala daerah, kepala Bapenda, hingga kepala kantor pertanahan masing-masing.

“Kalau satu daerah membawa 10 orang, ada sekitar 590 orang,” ujar Benyamin.

Menurut dia, kedatangan puluhan pemerintah daerah tersebut tidak hanya menjadi forum berbagi inovasi, tetapi juga momentum bagi Tangsel memperkenalkan potensi daerah. Produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ekonomi kreatif, teknologi tepat guna (TTG), hingga tanaman anggrek akan dipamerkan selama kegiatan berlangsung.

Produk TTG hasil inovasi warga Tangsel akan ditampilkan di kawasan Balai Kota. Sementara produk UMKM dipusatkan di Plaza Rakyat. Perhimpunan Anggrek Indonesia Kota Tangsel juga akan ambil bagian dengan memamerkan koleksi bunganya.

Benyamin meminta seluruh aparatur Pemkot Tangsel menjadi tuan rumah yang aktif selama kegiatan. Ia menekankan pentingnya kesiapan pegawai dalam memberikan informasi kepada para tamu dari berbagai daerah.

“Saya minta semua pegawai, siapa pun kita, menjadi tuan rumah yang baik. Kalau ada yang bertanya, jawab sebagaimana kita ketahui. Cari komunikasi yang baik,” katanya.

Camat dan lurah juga diminta menggali potensi ekonomi kreatif yang khas di wilayah masing-masing untuk ditampilkan dalam Tangsel Expo. Produk binaan UP2K PKK, Dekranasda, dan Dharma Wanita turut dipamerkan sebagai bagian dari promosi produk lokal.

Namun, bagi Pemkot Tangsel, agenda tersebut bukan sekadar pameran. Integrasi data pertanahan dan perpajakan menjadi salah satu inovasi yang diharapkan berdampak langsung terhadap pengelolaan pendapatan daerah.

Kategori :