BJB

Kasus Kebakaran Meningkat Dua Kali Lipat

Kasus Kebakaran Meningkat Dua Kali Lipat

Kebakaran melanda PT Global Teguh Indonesia, pabrik yang memproduksi bohlam di Jalan Pembangunan 1, Kecamatan Batuceper, Kota Tangerang, kemarin.-Muhammad Dhuyuf Khuzaimi/Tangerang Ekspres -

TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang mencatat peningkatan kejadian kebakaran dalam hampir dua bulan terakhir. Jumlah kejadian disebut mencapai dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang Mahdiar mengatakan, pada bulan lalu tercatat sekitar 65 kejadian kebakaran. Peristiwa tersebut terjadi di berbagai lokasi dengan penyebab dan objek yang beragam.

“Memang hampir dua bulan terakhir kondisinya dua kali lipat dari kejadian bulan-bulan sebelumnya. Di bulan kemarin itu hampir kurang lebih 65 kali, dan itu bervariatif,” kata Mahdiar, Kamis (17/9).

Ia menjelaskan, kebakaran tidak hanya terjadi di kawasan permukiman, tetapi juga melanda area terbuka hingga kawasan industri. Beberapa kejadian di antaranya dipicu kebakaran alang-alang dan tumpukan sampah yang kemudian berpotensi merambat lebih luas.

“Kebanyakan juga ada kebakaran mulai dari alang-alang, lalu juga ada tumpukan sampah, dan juga pemukiman, dan beberapa area industri,” ujarnya.

Menurut Mahdiar, kondisi cuaca selama musim kemarau turut meningkatkan potensi terjadinya kebakaran. Suhu panas membuat material yang mudah terbakar lebih cepat tersulut dan api dapat dengan mudah membesar apabila tidak segera ditangani.

“Pastinya kita berharap sekali masyarakat semua stakeholder bisa lebih waspada, karena memang kondisi kemarau juga agak cukup memantik,” katanya.

Selain suhu panas, kata dia, kondisi angin yang cukup kencang dalam beberapa hari terakhir juga menjadi faktor yang dapat mempercepat perambatan api. Api yang awalnya bersumber dari titik kecil dapat dengan cepat meluas apabila tidak segera dilakukan pemadaman.

“Kondisi panas ini agak lumayan, dan memang sedikit api yang bersumber. Kalau kita tidak langsung padamkan, maka akan cepat sekali menyebar,” tutur Mahdiar.

Ia menambahkan, kondisi angin juga turut mempengaruhi proses perambatan api pada sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi di Kota Tangerang.

“Kondisi angin juga di beberapa hari ini dilaporkan cukup kencang. Ini juga mempengaruhi kondisi perambatan di beberapa kejadian,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan mengatakan Pemerintah Kota Tangerang terus mengingatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau. Warga diminta tidak membuang maupun membakar sampah sembarangan yang dapat memicu munculnya api.

Menurutnya, kondisi musim kemarau membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai potensi bencana, termasuk kebakaran.

"Di dalam musim kemarau ini, hidrometeorologi masih tetap ada, dan juga kita harus waspada. Jangan membuang sampah sembarangan, jangan membakar sampah sembarangan," kata Maryono.

Sumber: