TANGERANGEKSPRES.ID, TANGERANG — Pemerintah memastikan keselamatan penerbangan menjadi prioritas utama dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, kembali diperpanjang penutupan operasionalnya hingga pukul 24.00 WIB, Senin (7/9).
Keputusan tersebut diambil setelah pemerintah mengevaluasi perkembangan sebaran abu vulkanik bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Hal itu disampaikan AHY usai berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi beserta jajaran terkait untuk membahas perkembangan kondisi penerbangan akibat erupsi GAK di Posko Terminal 1B Bandara Soekarno-Hatta, Senin sore.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan pemerintah tidak ingin mengambil risiko dengan terburu-buru membuka kembali operasional penerbangan.“Bapak Presiden tentunya memberikan direktif-direktif yang memastikan agar sekali lagi keselamatan nomor satu,” kata AHY kepada awak media, Senin (7/9).
Menurut dia, keputusan penutupan sejumlah bandara dilakukan berdasarkan hasil pemantauan kondisi abu vulkanik serta pertimbangan keselamatan penerbangan. AirNav Indonesia menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), sementara pengujian kondisi abu vulkanik dilakukan melalui paper test bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, pemerintah menjadikan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin sebagai salah satu rujukan untuk memantau pergerakan abu vulkanik di kawasan Asia-Pasifik. Selain itu, AHY menjelaskan, berdasarkan pemantauan tersebut, abu vulkanik pada ketinggian sekitar 50.000 kaki telah bergerak menjauh dari wilayah Indonesia menuju Samudra Hindia.
Namun, abu vulkanik pada ketinggian sekitar 15.000 kaki masih menyentuh sebagian wilayah Lampung dan Banten, termasuk kemungkinan kawasan Jabodetabek. Dikatakannya, abu vulkanik tersebut diperkirakan bergerak ke arah barat daya dengan kecepatan sekitar 10 knot. Kondisi ini membuat pemerintah memilih tetap berhati-hati sebelum memberikan keputusan untuk membuka kembali operasional bandara.
AHY mengatakan pemerintah juga terus melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk memastikan setiap keputusan didasarkan pada perkembangan kondisi di lapangan. Dampak erupsi GAK terhadap penerbangan pun cukup besar. Dalam tiga hari terakhir, tercatat sebanyak 2.961 penerbangan terdampak.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.339 merupakan penerbangan domestik dan 622 penerbangan internasional. Gangguan tersebut berdampak terhadap sekitar 341.000 penumpang. Untuk mengurangi dampak terhadap masyarakat, pemerintah menyiapkan sejumlah skema, termasuk pengalihan penerbangan ke bandara yang masih dapat beroperasi.
Lima bandara disiapkan sebagai tujuan pengalihan, yakni Bandara Kertajati di Majalengka, Ahmad Yani Semarang, Adi Soemarmo Surakarta, Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, serta Juanda Surabaya. Kelima bandara tersebut dioperasikan selama 24 jam untuk mengantisipasi penerbangan yang dialihkan.
Pemerintah juga menyiapkan transportasi lanjutan bagi penumpang yang mendarat di bandara pengalihan. Bus Damri dan layanan kereta api disiapkan untuk membantu perjalanan penumpang menuju Jakarta maupun sebaliknya.
AHY menambahkan, di tengah gangguan penerbangan, penyeberangan Merak-Bakauheni masih dapat beroperasi. Berdasarkan pemantauan dalam dua hingga tiga hari terakhir, kata dia, belum ditemukan peningkatan permukaan air laut yang ekstrem maupun gelombang yang membahayakan. Meski demikian, aktivitas penyeberangan tetap dilakukan dengan pengawasan.
AHY juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai dampak abu vulkanik terhadap kesehatan. Abu vulkanik tidak hanya berpotensi mengganggu mesin pesawat dan fasilitas penerbangan, tetapi juga dapat berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Lansia, balita, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan diminta lebih berhati-hati dan menjaga kesehatan.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta hingga pukul 24.00 WIB juga dilakukan untuk memberikan waktu bagi pengelola bandara dan maskapai melakukan pembersihan.“Kita rencananya akan memperpanjang sampai 24.00 WIB,” ujar Dudy.
Menurut dia, pembersihan akan dilakukan terhadap sejumlah fasilitas penerbangan, mulai dari runway, taxiway hingga apron. Maskapai juga membutuhkan waktu untuk memastikan pesawat terbebas dari debu vulkanik sebelum kembali dioperasikan.
Dudy menegaskan, pemerintah tidak ingin tergesa-gesa membuka kembali bandara hanya demi mengejar normalisasi penerbangan.“Ini bukan soal prestasi, tapi ini adalah soal keselamatan,” tegasnya.